
SERU: Peserta summer camp mengikuti sesi sambil didampingi mentor di Pakuwon Golf & Family Club.
JawaPos.com – Beragam cara dilakukan para pengelola clubhouse golf untuk menarik minat masyarakat. Seperti yang dilakukan Pakuwon Golf & Family Club Surabaya. Clubhouse golf ini menggelar Surabaya Summer Camp by Pakuwon Golf & Family Club selama tiga hari. Target yang dibidik bukan hanya perorangan, melainkan juga keluarga.
Program ini berlangsung 28 hingga 30 April lalu. Clubhouse Pakuwon Golf & Family Club menggandeng salah satu sekolah internasional di Surabaya. Mereka mengajak murid bersama orang tua belajar di tempat terbuka.
’’Kami siapkan beberapa permainan, seperti berkemah, cooking class, berinteraksi dengan satwa, dan paling utama mengenalkan golf,’’ ujar Andreas Kenan, manajer clubhouse golf tersebut.
Program ini mendapat respons positif. Orang tua dan murid mendatangi clubhouse golf tersebut sejak pagi. Anak-anak dibiarkan bermain dengan tim pelatih. Lalu, orang tua menunggu di area driving clubhouse golf.
Bagi orang tua yang menggemari golf, mereka memanfaatkan waktu menunggu dengan driving. Kenan menjelaskan, fenomena ini memancing perhatian orang tua lain yang tidak menggeluti olahraga tersebut.
’’Banyak dari mereka yang tertarik untuk mencoba, dan tidak sedikit yang akhirnya membuat janji untuk datang di kemudian hari,’’ ujarnya.
Desi Natalia adalah satu dari sekian banyak orang tua murid yang memanfaatkan waktu menunggu dengan driving. Dia memang menggemari olahraga itu.
Aktivitas Desi sempat menjadi perhatian rekan-rekannya. Sepintas, olahraga golf terlihat sederhana. Yakni, hanya mengayunkan stik ke arah bola.
Anggapan itu sirna ketika beberapa orang tua lain mencoba menggunakan stik yang disediakan clubhouse golf tersebut. Tidak sekadar mengayun, ada teknik yang harus dikuasai seorang pegolf. Banyak yang mulai penasaran dan akhirnya menghabiskan waktu menunggu anaknya dengan mengenali olahraga tersebut.
Di sisi lain, keceriaan tampak pada para murid yang menghabiskan waktu di tepi lapangan golf. Andes Suwandi, health club manager, mendampingi para murid melewati beberapa sesi yang disediakan. Yakni, sesi bermain di rumput, mendirikan tenda, memberi makan satwa, dan mencoba berlatih driving.
Sabar dan telaten. Itulah yang dilakukan Andes selama tiga hari mendampingi anak-anak tersebut. Andes mengatakan, program tersebut memiliki beberapa tujuan. Salah satunya, mengajak anak mengesampingkan gadget lalu bermain dengan alam.
Karena itu, sesi yang disediakan berada di alam terbuka. Bisa jadi, ini pengalaman luar biasa bagi mereka. Anak-anak bermain di tenda dan mencari rumput lalu memberikannya pada satwa hampir belum pernah mereka lakukan.
’’Karena itu, banyak yang antusias dan ingin program ini dilaksanakan secara berkelanjutan,’’ ucapnya. (c17/riq)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
