
NIKKE, Stellar Blade dan Destiny Child Merupakan Game yang Dikembangkan Shift Up. Perusahaan itu Berencana Melantai di Bursa Saham Korea Selatan./Sumber : Shift Up
JawaPos.com – Shift Up, studio game asal Korea Selatan yang kini tengah jadi perbincangan hangat di industri game nampaknya ingin mengembangkan bisnis mereka lebih jauh lagi.
Studio yang kini naik daun berkat dua game populer mereka yakni Stellar Blade dan Goddess of Victory: NIKKE itu berencana melantai di bursa saham Korea Selatan (Kosdaq).
Kabar tersebut diketahui berdasarkan formulir pengajuan yang kini telah disampaikan pada lembaga itu sejak 5 Maret 2024 lalu.
Perusahaan tersebut berencana akan melakukan penawaran perdana sebanyak 7,25 juta lembar saham pada publik dengan nilai KRW 200 atau sekitar Rp 2300 per lembarnya jika dihitung dengan nilai kurs Rp 11,76.
Jumlah tersebut berasal dari rencana jumlah keseluruhan lembar saham yang akan didaftarkan pada Kosdaq yakni 58 juta lembar saham.
Hingga berita ini dibuat, belum ada proses resmi terkait persetujuan dari bursa saham Korea Selatan itu terhadap rencana Initial Public Offering (IPO) yang diajukan oleh Shift Up.
Kesuksesan Game Mereka Jadi Alasan
Dilansir dari Game Look, Shift Up merupakan salah satu studio game asal Korea Selatan yang secara resmi didirikan pada Desember 2013 dan kini telah menyandang status sebagai Unicorn Company di industi game negara itu.
Perusahaan yang dipimpin oleh Kim Hyung-tae itu berhasil meraih status tersebut berkat kesuksesan dari game Destiny Child yang hadir pada 2016 lalu.
Berkat kesuksesan game tersebut, nilai perusahaan tersebut berhasil menyentuh angka KRW 1 Miliar atau setara dengan Rp 11 miliar bila dikonversikan dengan nilai kurs Rp 11,76.
6 tahun kemudian, studio tersebut kembali meraih kesuksesan setelah merilis game shooter Goddess of Victory: NIKKE yang dirilis pada November 2022.
Pada bulan pertama peluncurannya, game tersebut sukses meraih keuntungan lebih dari USD 100 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun jika dihitung dengan kurs Rp 15.646.
Kesuksesan 2 game yang dirilis bagi pengguna perangkat smartphone tersebut membuat Tencent tertarik untuk berinvestasi di perusahaan tersebut.
Dilansir dari XFire, Tencent menjadi pemilik tertinggi kedua dalam perusahaan tersebut dengan kepemilikan sebesar 24 persen.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
