
Abi, amil zakat di Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Masjid Istiqlal sedang menerima zakat dari seorang umat Muslim. (ANTARA/Sean Filo Muhamad)
JawaPos.com – Jalanan Jakarta mendadak lengang. Gedung-gedung pencakar langit seperti tertidur, ditinggalkan jutaan penghuninya yang berbondong-bondong pulang ke kampung halaman.
Di tengah eksodus tahunan ini, media sosial diramaikan oleh satu seloroh yang terasa sederhana, tapi penuh makna: “Jakarta kini menyisakan pemain utama.”
Kalimat itu bukan sekadar candaan. Ia adalah potret nyata tentang mereka yang memilih bertahan di ibu kota menahan rindu, demi tanggung jawab yang tak bisa ditinggalkan.
Mereka memastikan roda kota tetap berputar. Dan yang lebih penting, memastikan dapur keluarga di kampung tetap mengepul hangat saat hari raya tiba.
Salah satu “pemain utama” itu adalah Dasman, pria asal Padang, Sumatera Barat. Di saat banyak perantau Minang bersiap pulang basamo, Dasman justru duduk tenang di balik kemudi bus Transjakarta. Ia melayani rute 1H, membelah jalanan dari Tanah Abang menuju Stasiun Gondangdia, jalur yang kini terasa jauh lebih lapang dari biasanya.
Baru sembilan bulan ia menjadi pramudi. Sebelumnya, bertahun-tahun ia menghabiskan hidup di balik setir truk lintas daerah, menaklukkan jalan panjang antar kota. Lebaran tahun ini menjadi yang kedua tanpa mudik bagi Dasman.
Keputusan itu bukan tanpa alasan. Biaya pulang ke Padang saat musim puncak terlalu besar. Ia memilih bertahan, mengambil lembur, dan mengirim lebih banyak uang untuk keluarganya.
“Nggak apa-apa saya nggak pulang, asal keluarga bisa Lebaran dengan tenang dan nggak mikirin uang,” ujarnya.
Dasman, pengemudi Transjakarta rute 1H Tanah Abang-Gondangdia sedang mengemudikan bus. (ANTARA/Sean Filo Muhamad)
Kalimat itu sederhana, tapi menyimpan pengorbanan besar. Ia menukar hangatnya pelukan keluarga dengan dinginnya setir bus, demi senyum mereka di kampung.
Di ujung rute Dasman, di kawasan Stasiun Gondangdia, cerita lain berlanjut. Di sebuah minimarket yang tetap buka, suara mesin kasir terus berbunyi. Di baliknya, berdiri Anwar, pemuda asal Cianjur.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
