
Ilustrasi kendaraan keluar dari kapal di pelabuhan Ketapang Banyuwangi usai Berlayar dari Pelabuhan Gilimanuk Jembrana. (Istimewa)
JawaPos.com - Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali memuncak usai perayaan Nyepi. Pembukaan kembali jalur penyeberangan di Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk pada Jumat (20/3) diprediksi langsung diserbu pemudik yang sudah menunggu berhari-hari.
Situasi ini bukan hal baru, tetapi selalu menghadirkan ketegangan tersendiri bagi para pelintas Bali–Jawa. Antrean panjang, kendaraan mengular, hingga waktu tunggu berjam-jam menjadi bayangan yang ingin dihindari semua pihak.
Mengantisipasi lonjakan tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama KSOP Tanjungwangi menerapkan strategi berbeda. Kendaraan diizinkan masuk ke area pelabuhan lebih awal sebelum jam operasional resmi dibuka.
Langkah ini menjadi solusi taktis untuk meredam penumpukan yang kerap terjadi saat pelabuhan mulai beroperasi. Dengan sistem ini, kendaraan tidak lagi menunggu dalam kondisi stagnan di luar area pelabuhan.
Pelaksana Harian Kepala KSOP Tanjungwangi, Nanang Afandi, menegaskan kebijakan ini sudah dipertimbangkan matang.
“Penumpang dan kendaraan akan mulai dinaikkan ke kapal dua hingga tiga jam sebelum pelabuhan dibuka. Jadi saat jam operasional dimulai, kapal bisa langsung berangkat,” ujarnya.
Skema ini membuat ritme penyeberangan menjadi lebih dinamis sejak awal pembukaan. Kapal tidak lagi menunggu muatan penuh setelah jam operasional dimulai, melainkan sudah siap bergerak sejak menit pertama.
Dampaknya diharapkan signifikan terhadap waktu tunggu penumpang. Antrean panjang yang biasanya mengular hingga keluar kawasan pelabuhan bisa ditekan sejak dini.
Penutupan pelabuhan dalam rangka Nyepi sendiri dilakukan secara bertahap di kedua sisi penyeberangan. Sisi Ketapang ditutup sejak Rabu (18/3/2026) pukul 17.00 WIB, sementara Gilimanuk mulai Kamis (19/3.2026) pukul 05.00 WITA.
Kedua pelabuhan akan kembali dibuka serentak pada Jumat (20/3/2026) pagi. Momen ini menjadi titik krusial karena ribuan kendaraan dipastikan sudah menunggu giliran menyeberang.
Bagi pemudik, waktu adalah segalanya. Banyak yang berpacu dengan jadwal cuti, rencana berkumpul keluarga, hingga target tiba sebelum Hari Raya Idulfitri. Karena itu, setiap menit keterlambatan bisa berdampak panjang. Strategi percepatan layanan menjadi kunci agar perjalanan tetap terkendali.
Selain mempercepat proses naik kapal, pengelola pelabuhan juga mengoptimalkan buffer zone. Area ini menjadi kantong penampungan kendaraan sebelum masuk ke dermaga utama.
Di sisi Ketapang, salah satu titik yang dimanfaatkan adalah area eks gudang Pusri. Seluruh kendaraan diarahkan masuk ke zona ini sebelum pelabuhan resmi dibuka. Dengan sistem ini, kendaraan sudah berada dalam posisi siap bergerak saat operasional dimulai. Tidak ada lagi proses penataan yang memakan waktu di menit-menit awal pembukaan.
Pengaturan ini sekaligus menciptakan alur yang lebih rapi. Petugas dapat mengontrol arus kendaraan dengan lebih efektif tanpa tekanan lonjakan mendadak.
