
Abdul Muid Nawawi, dosen PTIQ Jakarta. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Mengaji atau membaca Al-Qur’an memiliki keutamaan yang sangat besar, terutama ketika dilakukan pada bulan suci Ramadhan.
Bulan suci ini dikenal sebagai bulan Al-Qur’an karena ia diturunkan pada bulan Ramadhan. Membaca Al-Qur’an tidak hanya bernilai ibadah, tapi juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan spiritual antara manusia dan Allah SWT.
Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan intensitas mengaji. Ada yang menargetkan khatam Al-Qur'an satu kali, beberapa kali, bahkan ada yang mengkhatamkan satu kali setiap hari selama bulan Ramadhan.
Selain sebagai ibadah, mengaji Al-Qur’an di bulan Ramadhan juga memiliki nilai pahala yang berlipat ganda. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur’an akan mendapatkan pahala, dan di bulan Ramadhan pahala tersebut tentu akan dilipatgandakan.
Hal inilah yang membuat tradisi tadarus Al-Qur’an menjadi sangat populer di kalangan umat Islam selama bulan puasa, baik dilakukan secara individu maupun bersama-sama di masjid atau di rumah.
Berikut kultum hari ini, Rabu (11/3), tentang 3 Tingkatan Mengaji Alquran, dibawakan oleh ustadz Abdul Muid Nawawi, Dosen PTIQ Jakarta.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pembaca Jawa Pos yang budiman, pada kesempatan ini kita akan membahas tema tentang mengaji atau membaca Al-Qur’an di bulan suci Ramadhan.
Membaca kitab suci sesungguhnya merupakan tradisi yang terdapat pada hampir semua agama yang memiliki kitab suci. Biasanya kitab suci dibaca dalam rangkaian ritual keagamaan, karena dalam setiap ritual terdapat bacaan-bacaan tertentu, dan salah satu bacaan yang paling penting adalah kitab suci itu sendiri.
Namun membaca kitab suci tidak selalu dilakukan dalam konteks ritual. Banyak orang juga membacanya sebagai bacaan sehari-hari. Ada yang membacanya untuk memperoleh pahala, ada pula yang membacanya sebagai sarana untuk bercengkerama dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Demikian pula dengan kita sebagai umat Islam yang memiliki kitab suci Al-Qur’an. Kita bisa membaca Al-Qur’an untuk berbagai tujuan.
Pertama, membacanya untuk mendapatkan pahala. Kedua, membacanya untuk memahami isi dan makna yang terkandung di dalamnya. Ketiga, membacanya sebagai sarana untuk bercengkerama dengan Allah SWT.
Ada sebuah ungkapan yang indah yang mengatakan: jika engkau ingin berbicara kepada Allah SWT, maka berdoalah. Tetapi jika engkau ingin Allah SWT berbicara kepadamu, maka bacalah firman-Nya, yaitu Al-Qur’an.
Jika kita melihat dari tiga cara membaca Al-Qur’an tersebut, mendapatkan pahala, memahami isi Al-Qur’an, dan menghadirkan Allah SWT dalam kehidupan, maka membaca Al-Qur’an untuk mendapatkan pahala dapat disebut sebagai tingkatan yang paling dasar.
