
NUANSA RELIGI: Suasana malam di Menara Kudus.
JawaPos.com - Berdiri di antara kawasan cagar budaya Kauman, Masjid Menara Kudus memancarkan cahaya syiar Islam lewat cara unik: akulturasi dan toleransi. Pesan itu sangat kuat. Tampak dari gaya maupun arsitektur bangunan masjid bernama resmi Al- Aqsha Manarat Qudus tersebut.
Sebagai kota kretek, Kudus menyimpan banyak cerita. Tentang sejarah, adat, budaya, masyarakat, dan tentu saja bagaimana salah satu daerah di wilayah Jawa Tengah itu menjadi mercusuar dakwah yang dimotori oleh Sunan Kudus. Masjid Menara Kudus adalah salah satu ikonnya.
Sampai hari ini, masjid tersebut menjadi destinasi wisata religi di Kudus. Jamaah datang ke masjid tersebut bukan hanya untuk beribadah, melainkan juga untuk berziarah. Mendoakan Sunan Kudus dan beberapa tokoh yang dimakamkan di Komplek Masjid Menara Kudus.
Menara tepat di bagian muka menjadi daya tarik paling kuat. Bata merah disusun hingga menjulang setinggi 18 meter. Sekelilingnya dihiasi piring bergambar yang tersusun rapi. Bangunan itu sekaligus menjadi simbol toleransi, sebagai jembatan akulturasi antara Islam, Hindu, dan Buddha.
Dikutip dari berbagai sumber, Masjid Menara Kudus berikut dengan ikon-ikon di sekitarnya adalah simbol toleransi. Tercermin dari bangunan yang kuat menyerap unsur-unsur di luar Islam. Pada abad ke-7, ketika Nusantara masih kental oleh pengaruh Hindu-Buddha, pendakwah Islam hadir tanpa memaksa.
Masjid Menara Kudus pertama kali berdiri pada 1549 atau 956 Hijriah. Informasi itu diperoleh dari inskripsi bertuliskan Arab pada batu prasasti yang terletak pada bagian mihrab. Berdasar cerita dari masa ke masa, pembangunan masjid tersebut dimulai dengan peletakan batu yang diambil dari Masjid Al-Aqsa di Palestina.
Itu pula yang disebut-sebut melatari penamaan masjid tersebut dimulai dengan Al-Aqsha. Sementara nama Qudus diambil dari tokoh sentral yang juga salah seorang Walisongo, Sunan Kudus. Sejak dibangun, masjid itu menjadi central syiar Islam di wilayah Kudus.
Seperti kebanyakan Walisongo, Sunan Kudus membawa dan menyebarkan ajaran Islam dengan cara-cara yang mudah diterima oleh masyarakat. Maka, tidak heran bila simbol-simbol Hindu-Buddha menempel kuat pada bangunan Masjid Menara Kudus.
Tidak tampak desain kubah pada Masjid Menara Kudus. Yang ada justru bangunan serupa candi. Bahkan pada beberapa sudut bangunan itu juga disematkan arca-arca. Misalnya pada bagian tempat wudhu yang terdiri atas 8 pancuran setinggi 3 meter. Desain itu diambil dari gaya Hindu.
Akulturasi tersebut berlanjut sampai ajaran lain. Misalnya untuk ibadah kurban. Sunan Kudus mengajarkan umat Islam di sana untuk mengganti sapi dengan kerbau. Tujuannya tidak lain agar tidak menyakiti hati umat Hindu. Sebab, sapi bagi penganut Hindu adalah hewan suci.
Sampai hari ini, ajaran itu tetap terjaga. Bahkan menjadi pembeda antara Kudus dengan daerah lainnya. Akulturasi yang dilakukan oleh Sunan Kudus, turun-temurun dipegang teguh oleh masyarakat sebagai tonggak toleransi dalam beragama. Masjid Menara Kudus menjadi akar yang menjaga dan menguatkan warisan tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Racing Santander vs Elche di Liga Spanyol 2026/2027: Tuan Rumah Kunci 3 Poin!
Prediksi Skor Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Sengit, Berakhir Imbang?
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Villarreal di Liga Spanyol: Babazorros Bisa Buat Kejutan
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Kronologi Kericuhan di Pejompongan yang Tewaskan Lansia dan Bikin Pelajar Babak Belur
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Tak Terbukti Terima Uang dan Perkaya Diri Sendiri, Eks Kabaranahan Kemhan Tetap Dihukum 2,5 Tahun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor CSKA Sofia vs OFI Crete di Kualifikasi Liga Europa 2026/2027: Kans Lolos O Ómilos!
