Masjid Agung Banten.(Wikipedia).
JawaPos.com - Siapa sangka, di sudut Banten Lama, berdiri kokoh sebuah bangunan yang menjadi saksi bisu kejayaan perdagangan Nusantara. Masjid Agung Banten bukan sekadar tempat ibadah. Ia adalah sisa kemegahan Kota Kuno Banten yang pernah menjadi pusat ekonomi paling makmur di Indonesia setelah runtuhnya Kesultanan Demak.
Dibangun pertama kali pada tahun 1556 oleh Sultan Maulana Hasanuddin, putra dari Sunan Gunung Jati, masjid ini terus memikat ribuan peziarah dari pelosok Pulau Jawa setiap harinya.
Akulturasi Budaya dalam Satu Bangunan
Satu hal yang paling mencolok dari Masjid Agung Banten adalah wajahnya yang "eklektik". Desainnya tidak kaku pada satu gaya, melainkan hasil perkawinan silang budaya yang harmonis.
Di sini, pengunjung bisa menemukan jejak Islam, Hindu, Buddha, Tiongkok, hingga Eropa yang menyatu sempurna. Pengaruh arsitektur Jawa sangat kental pada struktur utama, namun sentuhan internasional memberi warna berbeda yang tak ditemukan di masjid tradisional lain di Indonesia.
Menara Mercusuar dan Sentuhan Tangan Arsitek Tionghoa
Jika melihat menaranya, Anda mungkin akan teringat pada bentuk mercusuar. Menara setinggi 24 meter ini ditambahkan pada tahun 1632 dan menyimpan cerita unik. Minaret ini dirancang oleh seorang Tionghoa bernama Cek-ban-cut.
Tak hanya itu, pengaruh Belanda pun hadir melalui sosok Hendrik Lucaasz Cardeel, seorang warga Belanda yang memeluk Islam. Ia merancang Tiyamah, sebuah bangunan dua lantai bergaya Belanda yang berdiri anggun di kompleks masjid. Cardeel menyuntikkan elemen Barok Eropa awal yang bisa kita lihat jelas pada detail dinding dan menara.
Jejak Para Sultan di Serambi Selatan
Bagi pengunjung yang datang untuk berziarah, area serambi adalah pusat perhatian. Serambi sebelah selatan masjid telah diubah menjadi kompleks pemakaman yang sakral. Di sini, bersemayam para tokoh besar Kesultanan Banten.
Ada makam Sultan Maulana Hasanuddin beserta istrinya, Sultan Ageng Tirtayasa, hingga Sultan Abu Nasir Abdul Qohhar. Sementara itu, di sisi utara serambi selatan, terdapat peristirahatan terakhir Sultan Maulana Muhammad dan Sultan Zainul Abidin.
Delapan Kali Bersolek demi Melawan Zaman
Mempertahankan bangunan yang berdiri sejak abad ke-16 tentu bukan perkara mudah. Tercatat, Masjid Agung Banten telah mengalami delapan kali pemugaran besar hingga tahun 1987.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
