
Ilustrasi sahur bersama keluarga/freepik
JawaPos.com-Ramadhan kerap dijadikan momentum untuk memperbaiki pola makan sekaligus menjaga berat badan. Namun, tidak makan dan minum selama lebih dari 12 jam bukan berarti angka timbangan otomatis turun.
Justru, kebiasaan “balas dendam” saat berbuka dengan makanan manis dan gorengan bisa membuat berat badan naik tanpa disadari.
Kunci utamanya ada pada pemilihan menu berbuka. Pilih makanan yang rendah lemak, kaya serat, cukup protein, dan tidak berlebihan gula agar tubuh tetap bertenaga sekaligus berat badan tetap terkontrol.
1. Kurma
Berbuka dengan kurma bukan hanya mengikuti sunnah, tetapi juga pilihan cerdas untuk diet. Kurma mengandung gula alami seperti fruktosa dan glukosa yang membantu mengembalikan energi secara bertahap setelah seharian berpuasa.
Selain itu, kandungan seratnya membuat perut terasa kenyang lebih lama sehingga membantu mencegah makan berlebihan. Cukup konsumsi 3–5 butir kurma saat berbuka agar kalori tetap terjaga.
2. Sup Jagung Telur
Sup jagung telur bisa menjadi menu pembuka yang ringan namun mengenyangkan. Perpaduan jagung manis dan telur memberikan kombinasi serat serta protein yang baik untuk tubuh.
Menu ini relatif rendah lemak, terutama jika dimasak dengan sedikit minyak dan tanpa tambahan krim. Hangatnya sup juga membantu perut beradaptasi setelah seharian kosong.
3. Oatmeal
Oatmeal bisa menjadi alternatif pengganti nasi putih saat berbuka. Kandungan serat dan karbohidrat kompleksnya membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil serta membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Menu ini cocok bagi yang sedang menjalani program diet, termasuk penderita diabetes yang perlu menjaga lonjakan gula darah. Tambahkan potongan buah segar agar lebih nikmat tanpa perlu gula tambahan.
4. Smoothie Tanpa Gula Tambahan
