Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Februari 2026 | 00.40 WIB

12 Kesalahan Umum saat Ramadan yang Sering Disalahpahami para Umat Muslim

Ilustrasi para muslimah sedang menjalani puasa ramadhan (Freepik)

JawaPos.com – Memasuki bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.

Namun, di tengah semangat tersebut, masih terdapat sejumlah kesalahpahaman dan kekeliruan yang kerap terjadi dalam pelaksanaan puasa.

Kurangnya pemahaman yang utuh mengenai tata cara dan makna ibadah Ramadan dapat menyebabkan praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan syariat.

Berikut ini 12 kesalahan umum yang sering dijumpai pada umat muslim, seperti dilansir dari laman About Islam pada Rabu (18/2).

  1. Terlalu Berfokus pada Makanan

Sebagian orang lebih memusatkan perhatian pada hidangan berbuka dibandingkan esensi ibadah puasanya. Kondisi ini mendorong perilaku berlebihan dalam menyiapkan makanan hingga mengeluarkan biaya yang tidak diperlukan. Padahal, puasa bertujuan melatih pengendalian diri, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

  1. Bersahur Terlalu Awal

Ada anggapan bahwa sahur dapat dilakukan beberapa jam setelah salat Isya atau Tarawih. Pemahaman ini kurang tepat karena waktu sahur dianjurkan mendekati waktu Subuh. Menyegerakan sahur terlalu awal dapat mengurangi hikmah dan keberkahan yang dianjurkan dalam pelaksanaannya.

  1. Mengabaikan Niat Puasa Ramadan

Sebagian orang meyakini niat puasa cukup dilakukan sekali pada awal Ramadan. Pandangan tersebut keliru karena niat puasa wajib dilakukan setiap hari. Niat menjadi syarat sah ibadah puasa yang harus dipenuhi secara sadar.

  1. Tidak Berhenti Makan Saat Mengetahui Ramadan Dimulai

Ada individu yang tetap melanjutkan makan setelah mengetahui hari itu telah memasuki Ramadan. Tindakan tersebut tidak sesuai ketentuan karena seseorang wajib segera menahan diri ketika telah mengetahui kewajiban puasa berlaku. Puasa pada hari tersebut tetap dijalankan dan diganti setelah Ramadan berakhir.

  1. Kesalahan Memahami Awal Sholat Tarawih

Sebagian masyarakat mengira salat Tarawih tidak dilakukan pada malam pertama Ramadan. Padahal, dalam kalender Hijriah, pergantian hari dimulai sejak Magrib. Oleh sebab itu, Tarawih sudah dapat dilaksanakan pada malam pertama Ramadan.

  1. Makan atau Minum secara Tidak Sengaja

Beredar anggapan bahwa makan atau minum tanpa sengaja membatalkan puasa. Pemahaman ini tidak tepat karena ketidaksengajaan tidak membatalkan puasa. Orang yang mengalami hal tersebut tetap dapat melanjutkan puasanya tanpa kewajiban mengganti.

  1. Tidak Memanfaatkan Waktu Berdoa Menjelang Berbuka

Banyak orang tidak menggunakan waktu menjelang berbuka untuk berdoa. Padahal, waktu tersebut termasuk momen mustajab untuk memanjatkan doa. Mengabaikannya berarti melewatkan kesempatan meraih keberkahan Ramadan.

  1. Mengabaikan Ibadah di Hari-hari Terakhir Ramadan

Sebagian orang lebih sibuk mempersiapkan kebutuhan Idulfitri dibandingkan meningkatkan ibadah pada akhir Ramadan. Kebiasaan ini mengurangi kesempatan meraih keutamaan malam-malam terakhir. Padahal, periode tersebut memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore