Ilustrasi para muslimah sedang menjalani puasa ramadhan (Freepik)
JawaPos.com – Memasuki bulan Ramadan, umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.
Namun, di tengah semangat tersebut, masih terdapat sejumlah kesalahpahaman dan kekeliruan yang kerap terjadi dalam pelaksanaan puasa.
Kurangnya pemahaman yang utuh mengenai tata cara dan makna ibadah Ramadan dapat menyebabkan praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan syariat.
Berikut ini 12 kesalahan umum yang sering dijumpai pada umat muslim, seperti dilansir dari laman About Islam pada Rabu (18/2).
Sebagian orang lebih memusatkan perhatian pada hidangan berbuka dibandingkan esensi ibadah puasanya. Kondisi ini mendorong perilaku berlebihan dalam menyiapkan makanan hingga mengeluarkan biaya yang tidak diperlukan. Padahal, puasa bertujuan melatih pengendalian diri, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.
Ada anggapan bahwa sahur dapat dilakukan beberapa jam setelah salat Isya atau Tarawih. Pemahaman ini kurang tepat karena waktu sahur dianjurkan mendekati waktu Subuh. Menyegerakan sahur terlalu awal dapat mengurangi hikmah dan keberkahan yang dianjurkan dalam pelaksanaannya.
Sebagian orang meyakini niat puasa cukup dilakukan sekali pada awal Ramadan. Pandangan tersebut keliru karena niat puasa wajib dilakukan setiap hari. Niat menjadi syarat sah ibadah puasa yang harus dipenuhi secara sadar.
Ada individu yang tetap melanjutkan makan setelah mengetahui hari itu telah memasuki Ramadan. Tindakan tersebut tidak sesuai ketentuan karena seseorang wajib segera menahan diri ketika telah mengetahui kewajiban puasa berlaku. Puasa pada hari tersebut tetap dijalankan dan diganti setelah Ramadan berakhir.
Sebagian masyarakat mengira salat Tarawih tidak dilakukan pada malam pertama Ramadan. Padahal, dalam kalender Hijriah, pergantian hari dimulai sejak Magrib. Oleh sebab itu, Tarawih sudah dapat dilaksanakan pada malam pertama Ramadan.
Beredar anggapan bahwa makan atau minum tanpa sengaja membatalkan puasa. Pemahaman ini tidak tepat karena ketidaksengajaan tidak membatalkan puasa. Orang yang mengalami hal tersebut tetap dapat melanjutkan puasanya tanpa kewajiban mengganti.
Banyak orang tidak menggunakan waktu menjelang berbuka untuk berdoa. Padahal, waktu tersebut termasuk momen mustajab untuk memanjatkan doa. Mengabaikannya berarti melewatkan kesempatan meraih keberkahan Ramadan.
Sebagian orang lebih sibuk mempersiapkan kebutuhan Idulfitri dibandingkan meningkatkan ibadah pada akhir Ramadan. Kebiasaan ini mengurangi kesempatan meraih keutamaan malam-malam terakhir. Padahal, periode tersebut memiliki nilai ibadah yang sangat tinggi.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
