Yenny Wahid.
JawaPos.com - Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari, Cengkareng menjadi salah satu titik pemantauan hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 H, Selasa (17/2) sore. Di tengah persiapan tim ahli, tampak sosok Yenny Wahid yang hadir langsung untuk melihat proses penentuan bulan sabit pertama tersebut.
Kehadiran putri Presiden Ke-4 RI, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini menarik perhatian. Alih-alih hanya menunggu hasil, Yenny mengaku ingin melihat langsung kecanggihan alat yang digunakan oleh tim Lembaga Falakiyah PWNU DKI Jakarta dan Kanwil Kemenag Jakarta.
"Sebetulnya karena saya mau belajar metode yang dipakai, bukan metode sebetulnya alat, alatnya, mau lihat alatnya seperti apa yang dipakai oleh teman-teman di sini untuk menentukan Ruyatul Hilal atau bulan sabit pertama yang akan menentukan apakah bulan Ramadan akan segera dimulai atau tidak," ujar Yenny di lokasi.
Dalam proses ini, tim pemantau menggunakan perangkat modern mulai dari dua unit teleskop digital, theodolite, hingga instrumen tradisional rubbu mujayyab.
Hingga pukul 17.20 WIB, hilal memang belum tampak di cakrawala Jakarta. Berdasarkan diskusi dengan para ahli di lapangan, Yenny menyebutkan bahwa posisi derajat bulan kemungkinan besar belum memenuhi kriteria minimal.
"Kalau dari hasil komunikasi dengan teman-teman, sepertinya derajatnya belum sampai. Tetapi ini akan dibuktikan. Sebentar lagi akan dibuktikan apakah betul bisa tercapai konjungsinya atau ijtimanya, sehingga kemudian bulan baru memang betul-betul muncul yang menandakan bahwa bulan Ramadan sudah mulai. Ada dua metode yang dipakai, Ruyatul Hilal dan Hisab," jelasnya.
Pesan Yenny Wahid soal Perbedaan Awal Puasa
Sebagaimana diketahui, Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara itu, pemerintah baru akan mengetok palu keputusan melalui Sidang Isbat malam ini.
Menanggapi potensi perbedaan tanggal mulai puasa, Yenny Wahid memberikan pesan yang menyejukkan. Ia menegaskan bahwa keberagaman metode adalah hal yang wajar dalam Islam.
"Perbedaan tidak masalah ya, sesuai keyakinan masing-masing, sesuai metode yang dipakai. Tapi memang kalau mungkin ada yang memakai hitungan-hitungannya sendiri, Hisabnya sendiri, nah kemudian menentukan terjadinya Ramadan itu besok. Bagi kami sih kita menghormati saja," imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kejam, Sopir Truk Dibakar Oleh Atasan dan Alami Luka Bakar Sampai 68 Persen
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri
MK Diminta Batalkan Jabatan Wapres Gibran, Syarat Pendidikan Dipersoalkan
Mahfud MD Balas Sindiran Prabowo: Banyak juga Presiden yang Goblok

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022