alexametrics

Bermain Bola Api Selepas Tarawih, Terkandung Filosofi Mengelola Emosi

26 April 2022, 22:41:17 WIB

JawaPos.com- Permainan sepak bola api masih bisa ditemukan di Surabaya. Salah satunya di Tubanan Indah, Tandes. Di sana, aktivitas ekstrem itu biasa menjadi salah satu kegiatan seusai tarawih.

Bola yang digunakan tentu bukan bola biasa. Dalam permainan sepak bola api, bola bisa berasal dari batok kelapa, batu bata putih, dan batu bata merah. ’’Sekarang pakai batu bata putih karena apinya bertahan lebih lama, direndamnya juga sebentar,’’ ucap Mustofa Sam, pengelola Kampoeng Dolanan.

Permainan sepak bola api tersebut tak menggunakan aturan sepak bola pada umumnya. Anak-anak sudah sangat menikmati permainan oper bola saja itu. Teriakan mereka menggaung di tengah lapangan kosong kawasan Tubanan Indah pada Minggu (24/4) malam. Sebanyak 15 anak yang bermukim di sekitar kawasan tersebut turut bermain.

Batu bata putih yang dibentuk bundar, lalu dibakar itu bisa bertahan hingga 15 menit. Jika api sudah padam, permainan sementara dijeda untuk berganti bola api. ’’Kami siapkan tiga bola yang berbeda ukuran,’’ ucap Mustofa.

Permainan bola api saat bulan Ramadan sebenarnya punya filosofi yang hampir serupa dengan puasa. Yaitu, mengenai pengelolaan emosi. ’’Api ini kan melambangkan emosi atau amarah. Dalam permainannya, seseorang harus belajar mengontrol bola api atau emosinya,’’ jelas Mustofa.

Selaras dengan puasa yang dijalani anak-anak, mereka harus belajar mengelola hawa nafsu dan amarah.

Editor : M. Sholahuddin

Reporter : Bermain Bola Api Selepas Tarawih, Terkandung Filosofi Mengelola Emosi

Saksikan video menarik berikut ini: