Ilustrasi tidur saat puasa di bulan Ramadhan. (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Tidur merupakan aktivitas penting dalam kehidupan manusia yang memiliki banyak manfaat. Dalam bahasa latin, tidur disebut dengan 'somnus', yang berarti periode pemulihan. Proses ini membantu mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan semula, sehingga tubuh yang lelah bisa kembali segar.
Pada bulan suci Ramadhan, ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman, stamina cenderung menurun dan menyebabkan rasa lemas. Akibatnya, banyak orang mengurangi aktivitas fisik, terutama yang membutuhkan tenaga besar.
Lalu, apakah puasa tetap sah jika seseorang tidur sepanjang hari saat bulan Ramadhan? Berikut penjelasan selengkapnya menurut para ulama, melansir dari laman NU Online pada Jumat (14/3).
Mayoritas ulama, termasuk dari madzhab Syafi'i, sepakat bahwa tidur seharian tidak membatalkan puasa, asalkan niat puasa telah dilakukan pada malam harinya. Meskipun demikian, ada pendapat berbeda dari Abu Thayyib bin Salamah dan Abu Said Al-Ishthakhriy yang menyatakan bahwa puasa dalam kondisi seperti itu tidak sah.
Imam an-Nawawi dalam al-Majmu' Syarah al-Muhadzdzab (6:384) menjelaskan:
إِذَا نَامَ جَمِيعَ النَّهَارِ وَكَانَ قَدْ نَوَى مِنَ اللَّيْلِ صَحَّ صَوْمُهُ عَلَي الْمَذْهَبِ وِبِهِ قَالَ الْجُمْهُورُ وَقَالَ أَبُو الطَّيِّبُ بْنُ سَلْمَةَ وَاَبُو سَعِيدٍ الْاِصْطَخْرِىُّ لَا يَصِحُّ وَحَكَاهُ البَنْدَنِيجِىُّ عَنْ ابْنِ سُرَيْجٍ اَيْضًا وَدَلِيلُ الْجَمِيعِ فِي الْكْتَابِ
Artinya: "Apabila seorang yang berpuasa tidur sepanjang hari sedangkan ia telah berniat puasa pada malam harinya, maka puasanya sah. Demikian menurut pandangan madzhab Syafi’i, dan pandangan ini juga dianut oleh mayoritas ulama."
Namun, jika seseorang sempat bangun meski hanya sebentar, para ulama sepakat bahwa puasanya tetap sah. Imam an-Nawawi menegaskan bahwa kesepakatan ulama ini didasarkan pada dalil-dalil yang kuat.
Dari penjelasan ini, jelas bahwa tidur seharian saat sedang berpuasa tidak membatalkan puasa menurut mayoritas ulama. Bahkan, tidur bisa bernilai ibadah jika dilakukan dengan niat menghindari maksiat.
Misalnya, tidur untuk mencegah diri dari perbuatan yang tidak baik selama berpuasa. Namun, jika tidur dilakukan tanpa alasan yang jelas dan justru mengabaikan ibadah wajib seperti shalat lima waktu, maka hal itu menjadi haram. Kecuali jika ada udzur syar'i, seperti tertidur pulas hingga melewatkan waktu shalat, maka hal itu dimaafkan.
Oleh karena itu, meskipun tidur seharian tidak membatalkan puasa, sangat disayangkan jika waktu di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini hanya dihabiskan untuk tidur. Sebaiknya, waktu siang digunakan untuk memperbanyak ibadah, seperti membaca Al-Qur'an, bershalawat, beriktikaf, atau membaca buku yang bermanfaat.
Dengan demikian, tidur saat puasa tetap boleh dilakukan, tetapi harus diimbangi dengan aktivitas ibadah yang produktif. Jadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki diri dan meraih pahala sebanyak-banyaknya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
