Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Maret 2025 | 15.28 WIB

Tidak Bisa Puasa dan Sholat? Ini 8 Amalan Pengganti untuk Perempuan Haid di Bulan Suci Ramadhan

Ilustrasi perempuan sedang haid di bulan Ramadhan. (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Haid atau menstruasi merupakan kodrat alami yang dialami oleh setiap perempuan yang biasanya berlangsung 5-7 hari dengan siklus 28-35 hari. Dalam Alquran, haid disebut 'adza, yang berarti sesuatu yang menimbulkan ketidaknyamanan atau rasa sakit, namun bukanlah suatu penyakit.

Dalam kondisi haid, perempuan dibebaskan dari kewajiban sholat dan puasa hingga dilarang menyentuh mushaf Alquran. Hal ini bukan berarti mereka tidak bisa beribadah dan meraih pahala di bulan Ramadhan.

Justru, terdapat banyak amalan lain yang bisa dilakukan untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berikut 8 amalan yang bisa dilakukan perempuan saat haid di bulan Ramadhan dilansir dari laman resmi NU Online dan MUI pada Sabtu (8/3).

1. Memperbanyak Dzikir dan Sholawat

Meskipun tidak bisa sholat, perempuan yang sedang haid tetap bisa memperbanyak dzikir dan sholawat. Amalan ini tidak hanya mendatangkan ketenangan jiwa tetapi juga pahala yang besar. Amalkan kalimat thayyibah seperti tahmid, tasbih, dan takbir sebagai pengganti ibadah sholat.

2. Murajaah Hafalan Alquran

Meski dilarang menyentuh mushaf, perempuan yang sedang haid tetap bisa membaca Alquran melalui hafalan atau membaca terjemahannya. Murajaah atau mengulang hafalan merupakan cara yang efektif untuk tetap mendapatkan pahala membaca Alquran tanpa melanggar aturan syariat.

3. Istiqomah Beristighfar

Istighfar merupakan amalan yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadhan. Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang istiqomah membaca Istighfar, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, Allah akan memberinya kebahagiaan dari setiap kesusahan, dan Allah akan memberinya rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.”"(HR Imam Abu Dawud).

4. Mencari dan Mengajarkan Ilmu

Mencari ilmu merupakan ibadah yang sangat mulia. Perempuan haid bisa memanfaatkan waktu dengan membaca buku, mengikuti majelis ilmu, atau mengajarkan ilmu kepada orang lain. Rasulullah SAW bersabda: "Belajarlah ilmu, sesungguhnya belajar ilmu kerana Allah adalah suatu bentuk ketakwaan. Mencari ilmu adalah ibadah, menelaahnya adalah tasbih, dan mengkajinya adalah jihad." (HR Ad-Dailami).

5. Memperbanyak Doa

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore