
Kegiatan penyaluran hasil konser amal sekaligus buka bersama di Panti Asuhan Vincentius Putra Jakarta (3/3) malam. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Suasana di ruang serbaguna (function hall) Panti Asuhan Vincentius Putra pada Senin (3/3) petang terasa hangat. Anak-anak penghuni panti asuhan berkumpul. Mereka menyaksikan penyerahan donasi hasil dari konser amal sekaligus buka bersama.
Seremoni acara selesai beberapa saat sebelum jam berbuka puasa. Anak-anak dan pengurus panti dengan tenang menunggu sampai azan Maghrib berkumandang. Di antaranya ada dua orang suster katolik atau biarawati yang mendampingi anak-anak.
Setelah terdengar suara azan, anak-anak dengan tertib antre makanan. Saat itu menu yang dihidangkan cukup beragam. Ada bakso Malang, nasi liwet Solo, siomai, dan spagetti. Hidangan siomai dan spagetti ludes lebih dahulu. Setelah itu bakso Malang.
Pimpinan Panti Asuhan Vincentius Putra Jakarta Romo Dedie Kurniadi mengajak anak-anak panti untuk berterima kasih kepada Kayne Hadipoespito, siswa Binus Scholl Simprug yang sudah menggelar konser amal pada 9 Februari lalu. Dari konser amal tersebut berhasil dilakukan penggalangan dana sebesar Rp 678 juta.
Dana yang terkumpul itu lantas disalurkan kepada Panti Asuhan Vincentius Putra Jakarta dan Yayasan HadasaTio di Nabire. "(Konser amal) Itu adalah satu hal luar biasa. Kayne sudah punya pemikiran seorang pengusaha. Sudah punya pandangan luar biasa," katanya.
Romo Didie kemudian mengajak anak-anak panti asuhan untuk belajar kepada Kayne. Bahwa apa pun bisa dilakukan untuk membawa manfaat bagi orang lain. "Bagaimana bisa berbagi dan berarti untuk diri sendiri dan orang lain," kata dia.
Romo Didie meyakini setiap anak di Panti Asuhan Vincentius Putra mempunyai bakat masing-masing. Bakat tersebut harus terus diasah dan dikembangkan supaya lebih baik.
Sementara itu, usai penyerahan donasi hasil penggalangan dana di konser amal, Kayne mengatakan itu adalah konser amalnya yang pertama. Dia bersyukur bisa membantu anak-anak panti asuhan dan Yayasan HadasaTio di Nabire. Dia berharap dana tersebut bisa berkontribusi untuk pendidikan anak-anak.
Kayne mengatakan inspirasi konser amal itu berasal dari kedua orang tuanya. Dia sering melihat orang tuanya berbagi kepada sesama. "Terima kasih atas dukungan kedua orang tua," tuturnya.
Dia juga sangat antusias dalam konser amal itu, sampai-sampai butuh waktu tiga bulan untuk mempersiapkannya. Konser yang digelar di gedung Umar Ismail itu dihadiri 450 orang.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
