Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Maret 2025 | 23.05 WIB

Jaga Lisanmu, Ini Hukum Berkata Kasar Saat Puasa Ramadhan Dalam Islam, Hati-Hati bagi yang Mengucapkannya

Ilustrasi pasangan yang bertengkar. (Freepik) - Image

Ilustrasi pasangan yang bertengkar. (Freepik)

JawaPos.com – Puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah wajib bagi umat Islam yang memiliki banyak keutamaan, seperti membersihkan jiwa dan raga dari dosa. Namun, puasa bukan sekadar menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri.

Lebih dari itu, puasa juga menuntut kita untuk menjaga lisan dari perkataan yang tidak baik, seperti berkata kotor dan kasar. Karena menjaga lisan dari ucapan yang tidak baik merupakan bagian penting dari kesempurnaan ibadah puasa.

Mengutip penjelasan dari laman Universitas Islam An-Nur Lampung, Berikut penjelasan mengenai hukum berkata kasar saat berpuasa.

Apa itu berkata kotor dan kasar?

Berkata kotor dan kasar merujuk pada perkataan yang mengandung makna buruk, jorok, atau menyinggung perasaan orang lain. Seperti perkataan sumpah serapah, fitnah, ghibah (menggunjing), namimah (adu domba), dusta, dan caci maki. 

Sebagai seorang muslim, kita dianjurkan untuk selalu menjaga lisan, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah.

Apakah berkata kotor dan kasar membatalkan puasa?

Secara fiqih, berkata kotor dan kasar tidak membatalkan puasa. Karena hal-hal yang membatalkan puasa hanya berkaitan dengan sesuatu yang masuk atau keluar dari tubuh melalui dua lubang (mulut dan kemaluan), seperti:

  • Makan dan minum secara sengaja
  • Muntah dengan sengaja
  • Bersetubuh
  • Haid dan nifas

Namun, meskipun tidak membatalkan puasa, berkata kotor dan kasar tetap dilarang dalam Islam dan dapat mengurangi pahala puasa.

Dampak Berkata Kotor dan Kasar Saat Puasa

Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta (bohong) dan perbuatan keji (kotor), maka Allah tidak memerlukan dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

Dalam hadits lain disebutkan, yang artinya:

“Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang mulia. Dan sesungguhnya Allah membenci orang yang lisannya kotor dan kasar.” (HR. Tirmidzi)

Dari hadits-hadits ini, kita dapat memahami bahwa puasa bukan hanya menahan diri dari hal-hal lahiriah, tetapi juga dari nafsu, amarah, iri hati, serta perkataan yang tidak bermanfaat. Berkata kotor dapat mengurangi keberkahan puasa, dan bahkan bisa membuat puasa menjadi sia-sia di sisi Allah.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore