Jawa pos.com - Cara berniat untuk puasa Ramadan sama sekali berbeda ketika ingin melaksanakan ibadah puasa sunnah. Niat puasa Ramadan diharuskan tabyitun niyat atau niat puasa wajib dilakukan pada malam hari.
Wajibnya tabyitun niyat dampaknya sangat serius apabila kita tidak melakukannya. Karena berkonsekuensi, ibadah puasa Ramadan yang kita laksanakan menjadi tidak sah. Dengan demikian, hal ini harus benar-benar diperhatikan oleh umat Islam jangan sampai lupa tidak berniat pada malam hari.
Rentang waktu niat dikategorikan pada malam hari dimulai dari terbenamnya matahari atau memasuki waktu sholat Maghrib hingga sebelum terbit fajar Shadiq atau sebelum masuk waktu sholat Subuh.
Sedangkan puasa sunnah masih dapat dilakukan niatnya pada siang hari sebelum tergelincirnya matahari atau sebelum memasuki waktu sholat Dzuhur, selama tidak melakukan perbuatan yang membatalkan puasa.
Menurut madzhab Syafi'ie yang dianut oleh mayoritas umat Islam di Indonesia, niat puasa Ramadhan harus dilakukan setiap setiap malam selama satu bulan penuh. Tidak berniat satu hari saja karena lupa atau memang sengaja tidak berniat puasa, mengakibatkan puasa yang dilaksanakan pada siang harinya menjadi tidak sah.
Untuk mengantisipasi lupa niat, kita diperbolehkan melakukan niat puasa Ramadan selama satu bulan penuh pada malam pertama puasa Ramadan. Hal ini dengan mengikuti (taqlid) cara niat puasa Ramadhan Madzhab Maliki.
Yang perlu diperhatikan, meski sudah niat puasa selama satu bulan penuh pada tanggal 1 Ramadan, kita tetap diwajibkan melakukan niat setiap malam di bulan Ramadan. Niat satu bulan penuh tersebut hanya akan berguna ketika kita lupa tidak melakukan niat puasa Ramadan.
Berikut niat puasa satu bulan penuh:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhan hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, karena Allah Ta’ala
Adapun niat harian puasa Ramadhan sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin an adā'i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta'ālā.
Artinya: Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta'ala