Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Februari 2025 | 21.06 WIB

Wisata Budaya: 8 Tradisi Menyambut Ramadan di Indonesia dengan Makna yang Mendalam

Masyarakat Yogyakarta memiliki tradisi Padusan yang dilakukan menjelang Ramadan. (IST)

Jawapos.com - Bulan Ramadan merupakan momen istimewa yang dinanti-nanti oleh umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, masyarakat Indonesia memiliki berbagai tradisi unik dalam menyambut bulan suci ini.

Tradisi-tradisi tersebut diwariskan secara turun-temurun dan sarat dengan nilai budaya, kebersamaan, serta spiritualitas. Berikut adalah delapan tradisi menyambut Ramadan di berbagai daerah di Indonesia yang dikutip dari laman Kemenparekraf.

1. Nyorog (Jakarta)

Nyorog adalah tradisi khas suku Betawi yang dilakukan menjelang Ramadan. Tradisi ini berupa pemberian bingkisan makanan kepada anggota keluarga yang lebih tua, seperti orang tua, mertua, atau tokoh masyarakat setempat.

Lebih dari sekadar berbagi makanan, Nyorog merupakan wujud penghormatan serta upaya mempererat silaturahmi antar-keluarga dan masyarakat sekitar.

2. Cucurak (Jawa Barat)

Di Jawa Barat, khususnya di kalangan masyarakat Sunda, terdapat tradisi Cucurak yang berarti bersenang-senang dan berkumpul bersama keluarga. Biasanya, tradisi ini dilakukan dengan makan bersama menggunakan alas daun pisang secara lesehan.

Hidangan khas seperti nasi liwet, ikan asin, tempe, sambal, dan lalapan menjadi menu utama. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan.

3. Padusan (Yogyakarta)

Masyarakat Yogyakarta memiliki tradisi Padusan yang dilakukan menjelang Ramadan. Padusan berasal dari kata "padus" yang berarti mandi. Tradisi ini bertujuan untuk menyucikan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

Biasanya, masyarakat akan melakukan mandi besar di sungai, mata air, atau tempat pemandian umum.

4. Marpangir (Sumatra Utara)

Di Sumatra Utara, terdapat tradisi Marpangir yang mirip dengan Padusan di Jawa. Marpangir adalah ritual mandi menggunakan air yang dicampur dengan dedaunan dan rempah-rempah, seperti pandan, serai, bunga mawar, kenanga, jeruk purut, dan akar wangi. Tradisi ini dilakukan sebagai simbol penyucian diri sebelum memasuki bulan Ramadan.

5. Malamang (Sumatra Barat)

Malamang adalah tradisi khas masyarakat Minangkabau dalam menyambut Ramadan. Tradisi ini dilakukan dengan memasak lemang, yaitu ketan yang dimasak dalam bambu dengan santan. Kegiatan ini dilakukan bersama-sama sebagai bentuk kebersamaan dan gotong royong antarwarga. Lemang yang telah matang kemudian dibagikan kepada keluarga dan tetangga.

6. Meugang (Aceh)

Meugang adalah tradisi yang sudah berlangsung sejak abad ke-14 di Aceh. Dalam tradisi ini, masyarakat membeli dan memasak daging sapi, kambing, atau kerbau sehari sebelum Ramadan.

Hidangan daging ini kemudian disantap bersama keluarga, kerabat, dan bahkan dibagikan kepada fakir miskin. Selain menjelang Ramadan, tradisi Meugang juga dilakukan saat Idulfitri dan Iduladha.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore