
BERPENGALAMAN: Erica Capellino salah satu staf pelatih di LA Galaxy memaparkan pendapatnya tentang optimalisasi performa dan nutrisi selama ramadan. (Mike Nowak/Los Angeles Chargers)
JawaPos.com — Ramadan, bulan suci dalam agama Islam, membawa tantangan unik bagi para atlet yang menjalankan puasa. Selama periode ini, menjaga performa dan nutrisi tetap optimal menjadi kunci bagi keberhasilan atlet dalam menjalani ibadah dan berkompetisi.
Erica Capellino, seorang ahli gizi dan pelatih yang berpengalaman dari LA Galaxy, memberikan sejumlah tips dan panduan penting bagi para atlet yang menghadapi Ramadan.
Makna Pentingnya Hidrasi
Selama Ramadan, atlet yang berpuasa menghadapi risiko dehidrasi karena tidak mengonsumsi cairan selama periode puasa. Untuk mengatasi hal ini, penting bagi mereka untuk memperhatikan keseimbangan cairan dalam tubuh.
Capellino menekankan pentingnya mengganti cairan yang hilang selama latihan atau pertandingan, dengan mengonsumsi 150% dari jumlah cairan yang hilang, termasuk elektrolit seperti natrium yang hilang melalui keringat.
Peran Waktu dalam Nutrisi
Nutrisi yang tepat pada waktu yang strategis dapat membantu meningkatkan performa dan pemulihan atlet. Misalnya, karbohidrat perlu diisi kembali dalam waktu 30-60 menit setelah latihan untuk memaksimalkan penyimpanan glikogen (energi) dalam tubuh.
Sementara itu, protein pasca-latihan membantu memperbaiki dan memulai pertumbuhan otot. Capellino menyarankan atlet untuk mengonsumsi 6-10g/kg berat badan karbohidrat sebelum dan setelah sesi latihan intens, serta 4 x 0,4g/kg berat badan protein pada setiap makanan dan camilan sepanjang hari.
Total Asupan Energi
Meskipun berpuasa selama Ramadan, Capellino menekankan pentingnya menjaga total asupan energi dengan memperhatikan kuantitas dan distribusi makronutrien. Atlet perlu memastikan bahwa mereka tetap dalam keseimbangan energi dengan mengonsumsi jumlah karbohidrat, protein, dan cairan yang mencukupi untuk mendukung kebutuhan tubuh dan aktivitas fisik mereka.
Jenis Makanan yang Dikonsumsi
Atlet perlu memperhatikan jenis makanan yang mereka konsumsi selama Ramadan untuk memastikan bahwa mereka memenuhi kebutuhan nutrisi dan energi mereka. Capellino menyarankan atlet untuk fokus pada karbohidrat yang tinggi, terutama sebelum dan setelah latihan, untuk memenuhi kebutuhan energi mereka.
Selain itu, dia juga merekomendasikan untuk mengonsumsi karbohidrat cair dan suplemen untuk membantu mencapai kebutuhan energi yang tinggi selama periode puasa.
Istirahat yang Cukup
Karena jadwal tidur atlet dapat terganggu selama Ramadan, penting bagi mereka untuk membangun rutinitas tidur yang memadai. Capellino menyarankan atlet untuk mengambil istirahat singkat di pagi hari setelah sahur dan di sore hari sebelum berbuka puasa untuk mengimbangi kurangnya waktu tidur pada malam hari.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
