Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Maret 2024 | 17.23 WIB

Mudik Lebaran 2024 Lewat Jalur Pasuruan–Probolinggo, Mampir di Rawon Nguling Siap-Siap Antre

ISTIRAHAT SAMBIL ISI PERUT: Sejumlah pengunjung bersantap di Rumah Makan Rawon Nguling di Tongas, Probolinggo (5/3). - Image

ISTIRAHAT SAMBIL ISI PERUT: Sejumlah pengunjung bersantap di Rumah Makan Rawon Nguling di Tongas, Probolinggo (5/3).

Tempat makan legendaris Rawon Nguling bisa jadi pilihan titik istirahat karena bukan hanya perkara perut yang bisa dituntaskan, tapi juga urusan ibadah dan ”panggilan” alam. Namun, baru buka tiga hari pasca Lebaran setelah tutup sepanjang Ramadan.

AHMAD REZATRIYA BELANI, Kabupaten Probolinggo

---

TIDAK setiap hari, minggu, atau bulan Syaiful Rohman melintasi jalur arteri PasuruanProbolinggo, Jawa Timur. Tapi, di setiap kesempatan lewat, dia tidak akan pernah melewatkan untuk mampir ke depot legendaris: Rawon Nguling.

”Karena jarang-jarang, kalau mau nengok Mbah di Situbondo, mesti mampir sini,” kata warga Blitar, Jawa Timur, itu kepada Jawa Pos yang menemuinya di tempat makan tersebut tiga pekan lalu (5/3).

Rawon Nguling sekaligus juga bisa jadi titik perhentian peristirahatan bagi mereka yang mudik dan balik melewati jalur PasuruanProbolinggo. Sebab, tak hanya urusan perut yang bisa dituntaskan di situ, tapi juga perkara ibadah dan ’’panggilan” alam.

Saat melintasi jalur pantura Pasuruan–Situbondo, tepat setelah gapura selamat tinggal Kabupaten Pasuruan dan masuk ke Kabupaten Probolinggo, akan tampak restoran besar bernama Rumah Makan Rawon Nguling. Jika melewati tol, pengendara dari arah barat bisa turun dari gerbang tol Grati, lalu melanjutkan perjalanan di jalur arteri selama 13 menit.

Sedangkan jika melaju dari arah timur, bisa turun di gerbang tol Tongas dan melanjutkan perjalanan sembilan menit. Tempat makan tersebut masuk wilayah Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.

’’Kalau hari biasa ramai, tapi tidak seramai dulu. Sekarang ada tol, jadi ya sedikit berkurang,” ujar pemilik Rawon Nguling Rofiq Ali Pribadi saat ditemui.

Restoran yang awalnya bernama Warung Lumayan dan berdiri sejak 1942 itu memiliki daya tarik tersendiri bagi para pengendara. Lokasi strategis ditambah daya tarik cita rasa makanannya yang khas bahkan bisa membuat mantan Presiden Keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun terpincut.

Menu yang disediakan beragam meski rawon tetap jadi favorit.

Tapi, saat mudik menjelang Lebaran, Rawon Nguling tidak beroperasi. Menurut Rofiq, selama bulan Ramadan rawon yang dirintis oleh kakek-neneknya itu memang tidak buka. ’’Ini sudah turun-temurun waktu masih dikelola bapak ibu, setiap puasa tutup,” ujarnya.

Meski begitu, saat arus balik, tepatnya pada tiga hari setelah Lebaran, Rawon Nguling kembali buka. ’’Hari ketiga Lebaran buka dan membeludak. Ada yang dari Banyuwangi mau balik ke Jakarta, Lampung, mesti kan lewat sini lagi,” tuturnya.

Saat buka di arus balik Lebaran, Rofiq bisa melayani hampir seribu pelanggan dalam sehari. Bahkan, kursi yang ada ditambah untuk menampung pemudik yang hendak kembali ke tempat tinggalnya. ”Dan antre sampai waiting list karena kami tidak buka sistem reservasi kalau Lebaran,” ungkapnya.

Halaman parkir yang bisa menampung puluhan mobil itu pun bisa penuh. ”Terkadang sampai ada yang parkir di seberang jalan dekat pasar hewan,” imbuhnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore