Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 Maret 2024 | 14.51 WIB

Penelitian Ungkap Puasa Ramadhan Dapat Mengurangi Gangguan Stres dan Kecemasan, Begini Penjelasannya

Ilustrasi puasa Ramadhan yang dapat mengurangi gangguan stres dan kecemasan. (freepik/malik21nalik) - Image

Ilustrasi puasa Ramadhan yang dapat mengurangi gangguan stres dan kecemasan. (freepik/malik21nalik)

JawaPos.com - Dalam konteks modern yang semakin menyadari pentingnya kesehatan holistik, puasa Ramadhan telah menjadi fokus penelitian yang menarik.

Selain memberikan manfaat bagi tubuh secara fisik, praktik puasa ini juga diketahui memiliki dampak positif pada kesejahteraan mental.

Sebuah penelitian telah mengungkap bahwa puasa Ramadhan tidak hanya mengurangi gangguan stres, tetapi juga menunjukkan potensi dalam mengurangi tingkat kecemasan pada individu yang melaksanakannya.

Fenomena ini menyoroti hubungan yang kompleks antara praktik spiritual dan kesejahteraan psikologis, memperkuat pemahaman bahwa puasa tidak hanya tentang menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi juga tentang peningkatan kualitas hidup secara menyeluruh.

Pada penjelasan kali ini, kita akan menjelajahi lebih dalam tentang temuan menarik ini dan bagaimana praktik puasa Ramadhan dapat menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengurangi stres dan kecemasan dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir dari Hamad Medical Corporation pada Rabu (27/3), berpuasa di bulan Ramadhan memiliki banyak keuntungan bagi individu yang mengalami gangguan psikologis seperti  depresi tingkat ringan, kecemasan, dan insomnia.

Menjalankan ibadah puasa beserta praktik-praktik spiritual dan sosial lainnya, memungkinkan setiap individu ini untuk bertahan dan mengatasi kekhawatiran atas masalah dalam hidup. Dimana praktik tersebut akan memberikan ketenangan pada individu tersebut.

Berpuasa dan didukung dengan praktik ibadah lainnya seperti sholat tarawih selama Bulan Suci Ramadhan dapat mendukung komunikasi dan interaksi sosial di antara masyarakat.

Selain itu, selama berpuasa, tubuh akan melepaskan endorfin, yang merupakan hormon 'kebahagiaan' alami yang ada di dalam tubuh setiap manusia.

Orang-orang dengan tingkat depresi ringan hingga sedang yang berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan spiritual seperti ini, cenderung keluar dari gaya hidup mereka yang dinilai kurang baik.

Sebaliknya, mereka akan menjadi lebih optimis dan mulai berpikir positif tentang diri mereka sendiri dan orang lain di sekitar mereka.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), sebanyak enam persen dari populasi dunia menderita depresi, dengan perkiraan sekitar 350 juta orang dari segala usia.

Studi penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat membantu pengendalian diri dan manajemen amarah yang lebih baik pada individu yang cepat marah.

Selain itu, sholat sunnah 'Qiyam al-Layl' (shalat malam) selama Ramadhan juga membawa kedamaian batin dan membantu mengatasi frustrasi akibat beban dan tekanan hidup yang mereka rasakan.

Tak hanya itu saja, penelitian internasional juga mengungkapkan bahwa puasa tak hanya bermanfaat bagi individu yang mengalami depresi dan kecemasan, melainkan juga bermanfaat bagi mereka yang kecanduan akan zat terlarang.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore