Sejarah bangunkan sahur. (Pixabay/Alexandra_Koch)
JawaPos.com-Tradisi kentongan saat sahur di bulan Ramadhan barangkali sudah tidak asing bagi telinga masyarakat.
Setiap tengah malam hingga menjelang imsak, di luar rumah seringkali terdengar suara kentongan yang dibunyikan oleh kalangan pemuda, khususnya yang berada di desa.
Kentongan menjadi alat tradisional yang biasa menemani patroli sahur membangunkan masyarakat untuk segera sahur.
Namun, bagaimana sebenarnya awal mula tradisi kentongan ini dimulai?
Menurut penuturan dari dosen Ilmu Sejarah Universitas Airlangga (Unair) Sarkawi B. Husain menjelaskan bahwa masih belum ditemukan catatan sejarang mengenai awal mula dari tradisi kentongan ini.
Meskipun begitu, terdapat dugaan sementara bahwa tradisi ini sudah mulai dilakukan semenjak Islam masuk di Indonesia.
Baca Juga: Unik! Intip 6 Tradisi Bangunkan Sahur di Berbagai Negara, India Mengetuk Pintu dengan Tongkat Kayu
“Dugaan saya, tradisi tersebut sudah ada sejak masuknya Islam di Indonesia,” ungkapnya yang dikutip dari unair.ac.id pada Kamis (21/3).
Ia juga mengungkapkan bahwa tradisi kentongan yang ada di Indonesia ini tidak memiliki hubungan secara langsung dengan tradisi yang berada di Timur Tengah.
Namun, bangsa Arab tetap memiliki tradisi membangunkan sahur sendiri yang memang sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Makan Sahur Tiba-tiba Terdengar Suara Adzan, Sah atau Batal Puasanya? Berikut Penjelasannya
Meskipun memiliki tradisi membangunkan sahur, bangsa Arab tidak menggunakan media kentongan layaknya Indonesia, melainkan menggunakan media adzan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
