
ANTUSIAS: Peserta mudik yang menggunakan pesawat Puspenerbal Juanda, Selasa (18/4). Di dalam pesawat, sebagian penumpang duduk berhadapan.
JawaPos.com – Jesicca Yolanda merasa cemas dan deg-degan. Selasa (18/4) pagi untuk kali pertama dia naik pesawat militer. Ikut penerbangan dari Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) untuk masyarakat yang pulang kampung atau mudik.
Kegiatan bertajuk Mudik Asyik Bareng Penerbangan TNI-AL untuk warga itu dimulai pada Senin (17/4) sampai Jumat (28/4). Namun, khusus 22 April untuk penerbangan VIP. Sementara itu, pada 23 April tidak ada penerbangan.
Jesicca tidak hanya cemas. Dia juga penasaran dengan sensasi take off dan landing dengan pesawat Casa NC-212. Terlebih, pesawat itu hanya terbang di ketinggian 8 ribu kaki.
”Sudah lama nggak pulang dan ini ada mudik gratis. Jadi, ikut,” ucap mahasiswa semester VI Universitas Hang Tuah asal Tanjungpinang itu.
Jesicca tidak sendirian. Dia dan 14 warga lain juga menjadi manifes Casa NC-212. Termasuk Salsabila Zada Arrafi. Perempuan asal Tanjungpinang itu juga mudik menggunakan layanan dari Puspenerbal.
Salsabila memang bukan baru kali pertama naik pesawat militer. Mahasiswi semester VI itu pernah naik Hercules. ”Tapi, tetap saja ada deg-degannya,” ungkapnya.
Mudik menggunakan pesawat militer memang unik. Pendataan manifesnya dilakukan secara manual. Bukan hanya itu, penumpang ada yang duduk berhadapan. Mereka juga diminta untuk bersabar jika ingin ke toilet. Maklum, Casa NC-212 tidak dilengkapi kamar kecil.
Wakil Komandan Puspenerbal Laksamana Pertama TNI Bayu Alisyahbana mengatakan, ada lima pesawat udara yang diterjunkan untuk mengangkut pemudik. Yakni, dua pesawat CN-235 dan tiga Casa NC-212.
Pesawat tersebut terbang setiap hari mulai Senin awal pekan lalu hingga Jumat pekan depan. ”Kami (TNI-AL) turut mendukung mudik Lebaran,” terangnya.
Menurut dia, rute penerbangan dibagi menjadi dua wilayah. Yaitu, wilayah barat dan timur. Ada dua rute pesawat yang digunakan untuk beroperasi khusus di rute barat. Satu dari Surabaya–Semarang–Jakarta.
Satunya lagi dari Tanjungpinang–Palembang–Jakarta. Penumpang dengan tujuan Tanjungpinang melalui Surabaya harus transit di Bandara Pondok Cabe, Jakarta, untuk ganti pesawat. Dari Surabaya sampai Jakarta dibutuhkan waktu sekitar 2,5 jam.
Hal yang sama terjadi pada rute sebaliknya. Pesawat dari Tanjungpinang tujuan Surabaya mendarat dahulu di Pondok Cabe. Kemudian naik kembali menggunakan pesawat baru dari Pondok Cabe ke Surabaya.
Bayu mengatakan, layanan tersebut bisa dinikmati masyarakat secara gratis. Mereka cukup melakukan registrasi dengan menyerahkan persyaratan sesuai yang ditetapkan. Di antaranya, membawa kartu tanda penduduk (KTP). (omy/c19/may)
MUDIK BERSAMA PENERBANGAN TNI-AL
- Menggunakan 3 pesawat Casa NC-212 dari Skuadron 600.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
