
MENANTI BERBUKA: Para jemaah menanti waktu berbuka puasa di halaman Masjid Ar-Rahman dihiasi gemerlap lampu pada Minggu (9/4). Selepas salat Subuh, di masjid ini juga dihelat pengajian.
Gerbang Sisi Timur Penggambaran Pintu Masuk Kota Makkah
Masjid Nabawi ”dihadirkan” di Masjid Ar-Rahman, Kota Blitar, lewat desain bangunan, karpet, sampai wewangian. Dibangun dengan tujuan agar kekangenan pada Tanah Suci setiap saat bisa terobati.
MOCHAMMAD LUKI AZHARI, Kota Blitar
---
PANDEMI Covid-19 yang telah melandai kian menambah semarak Ramadan di Masjid Ar-Rahman, Kota Blitar. Bahkan, selepas Subuh, para jemaah antusias mengikuti pengajian.
Apalagi suasana menjelang magrib. Misalnya, yang disaksikan Jawa Pos Radar Blitar pada Minggu (9/4).
Para jemaah bersantai di halaman masjid yang diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Desember 2019 itu sambil menikmati lantunan ayat suci Alquran yang dikumandangkan para qari kelas nasional.
Setiap hari Masjid Ar-Rahman menyuguhkan 1.500 menu sahur dan buka secara gratis. ”Setelah pandemi mereda, para jemaah bisa kian leluasa menjalankan ibadah. Pengunjung masjid juga semakin luas, baik dari luar kota maupun luar provinsi,” kata Imtinan Kamila, salah seorang pemandu masjid.
Masjid yang berdiri kokoh di lahan seluas lebih dari 3.000 meter persegi itu dibangun dengan sentuhan arsitektur khas Masjid Nabawi, Madinah. Abah Harianto, sang pemilik yang juga seorang pengusaha, ingin masjid tersebut menjadi penawar rindu saat umat berhalangan singgah ke Masjid Nabawi.
”Setiap tahun Abah selalu ke Tanah Suci. Memang desain dan wewangian ini agar rasa rindu Abah dan para jemaah (pada Tanah Suci dan Masjid Nabawi) setiap saat bisa terobati,” terang Ima, sapaan akrab Imtinan Kamila.
Gerbang sisi timur dengan ujung bangunan menyerupai kitab Alquran adalah penggambaran pintu masuk gerbang Kota Makkah atau yang populer disebut Gerbang Alquran. Ima memaparkan, pihak masjid akan menambah seni ukir kaligrafi pada permukaan bangunan berbentuk kitab suci umat Islam tersebut.
Beranjak dari gerbang, terdapat delapan tiang payung peneduh yang berdiri megah di halaman utama. Empat tiang di antaranya yang mekar mirip payung di sisi luar Masjid Nabawi. Tiang itu bernuansa putih dengan motif abstrak silver. Warna emas dari tembaga yang melekat di ujung tiang turut menambah kesan elegan.
Di tengah halaman tersebut, terdapat Maqam Ibrahim, sebuah bukti peresmian masjid. Di dalam tudung dengan ornamen tembaga itu tertera cap telapak tangan dan kaki Abah Harianto sebelum masjid bergaya kontemporer klasik Turki itu resmi diwakafkan.
”Semua tembaga berwarna emas ini dari perajin di Boyolali, Jawa Tengah. Kanopi payung dan keseluruhan dirancang arsitek Malang,” jelas Ima sembari menunjukkan atap payung.
Atmosfer kuat Islam klasik selanjutnya menyapa saat Jawa Pos Radar Blitar mengamati eksterior masjid. Itu tak terlepas dari pilar melengkung di atas pintu. Warnanya pun selingan antara hijau gelap dan putih. Masjid ini juga dilengkapi 11 pintu alias guide kombinasi kayu berlapis pelitur dan tembaga. Setiap guide berjuluk nama para tokoh Khalifah Rasyidin (empat sahabat dekat Nabi Muhammad SAW yang memimpin secara bergantian setelah nabi wafat).

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
