Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Mei 2018 | 23.50 WIB

Lemang, Kudapan Primodona Bagi Warga Aceh Ketika Ramadan Tiba

Lemang menjadi makanan atau kudapan primadona bagi masyarakat Aceh ketika Ramadan tiba. - Image

Lemang menjadi makanan atau kudapan primadona bagi masyarakat Aceh ketika Ramadan tiba.

"Piyoh... Piyoh... Piyoh (Singgah... Singgah... Singgah)". Itulah kalimat Nurjannah memanggil para pembeli untuk membeli lemang, dagangannya.


Murti Ali Lingga, Banda Aceh


Setiap bulan Ramadan hadir, menjadi berkah tersendiri bagi umat muslim termasuk Nurjannah. Selain dapat menunaikan ibadah puasa, juga dijadikan sebagai momen mencari rezeki atau pundi-pundi Rupiah.


Inilah yang dilakukan Nurjannah, 37, yang membuka usaha dadakan dengan menjual lemang. Lemang merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan yang dimasak dalam bambu.


Kudapan ini menjadi primadona ketika Ramadan di Banda Aceh, Aceh tiba. Banyak dari warga yang mencari dan meburunya demi merasakan nikmatnya sepotong lemang.


Disaat Ramadan, Nurjannah membuka pondok atau tenda sederhana untuk menjajakan lemangnya yang berada di Jalan Utama Gampong Lamdingin, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh. Ia mulai berjualan disana sejak pukul 15.00 WIB hingga pukul 18.53 WIB, atau tiba waktu berbuka puasa.


"Sejak awal puasa sudah berjualan. Saya selalu dan setiap tahun berjualan," kata Nurjannah bercerita kepada JawaPos.com di Banda Aceh, Jumat (25/5).


Ia mengungkapkan bahwa, dirinya memulai usaha musimannya itu dengan modal Rp 3 juta. Modal itu digunakan untuk membeli semua keperluan dan bahan dasar mengolah Lemang, hingga masak dan dapat dijual.


Tak banyak bahan baku yang diperlukan untuk membuat pangan berbalut daun pisang ini. Cukup beras ketan, santan dan garam. Semuanya dipadukan dan dimasukkan dalam sebatang bambu, lalu dibakar hingga masak. Dalam sehari, Nurjannah dapat menghabiskan sebanyak 50 liter beras ketan.


"Itu semuannya habis dalam sehari," ujarnya.


Ia menjelaskan, proses pembakaran lemang hingga masak membutuhkan waktu antara 3-4 jam. Kendati demikian, dibutuhkan tangan-tangan telaten agar lemang tak gosong selama proses pembakaran. Perapiannya pun harus tetap dijaga agar tetap stabil. Tidak terlalu kecil dan besar, sebab ini akan mempengaruhi rasa serta tampilan lemang.


"Dalam sehari saya dapat menjual 100 sampai 160 batang Lemang," sebutnya.


Perbijinya, lemang dijualnya antara Rp 30 ribu sampai Rp 120 ribu per batang. Harga ini, tergantug dengan ukuran mulai yang kecil hingga yang besar. Nurjannah pun menyuguhkan tiga jenis lemang untuk para pelanggannya. Yakni, lemang beras ketan putih, lemang beras ketan hitam dan ubi jalar.


"Dari tiga jenis ini, lemang beras ketan putih paling banyak permintaan dan diminati pembeli," ujarnya.


Selain menjual per batang, lemang ini juga dijual per potong atau ukuran kecil. Karena sangat sedikit warga membeli dalam kuran perbatang. Tak perlu khawatir, para pembeli bisa memilih langsung lemang yang ingin dibeli. Harga per petongnya mulai Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu.

Editor: Budi Warsito
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore