Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 2 Maret 2026 | 13.11 WIB

Puasa Ramadhan Sehat : 7 Cara Mengatur Porsi Makan agar Berat Badan Tetap Stabil

Metode piring seimbang adalah salah satu cara mengatur porsi makan agar berat badan tetap stabil (freepik)

JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan sering menjadi momen refleksi spiritual sekaligus tantangan dalam menjaga pola makan. Perubahan jadwal makan saat sahur dan berbuka dapat memengaruhi berat badan jika tidak diatur dengan baik.

Sebagian orang justru mengalami kenaikan berat badan selama puasa Ramadhan. Hal ini biasanya disebabkan oleh porsi makan berlebihan saat berbuka dan konsumsi makanan tinggi gula.

Menurut WHO, keseimbangan antara asupan kalori dan aktivitas fisik merupakan kunci menjaga berat badan ideal. Prinsip ini hanya berlaku selama bulan Ramadhan.

Selain itu, Harvard T.H.Chan School of Public Health menekankan pentingnya pengaturan porsi makan untuk mencegah kelebihan kalori. Dengan strategi yang tepat, puasa justru bisa membantu pola hidup lebih sehat.

Berikut 7 cara mengatur porsi makan agar berat badan tetap stabil selama puasa Ramadhan sebagaimana dilansir dari laman British Nutrition Foundation dan NIH, Senin (2/3) :

  1. Mengatur porsi saat berbuka puasa

Berbuka puasa sebaiknya diawali dengan porsi ringan. Konsumsi kurma dan air putih secukupnya membantu mengembalikan energi tanpa berlebihan.

Menurut British Nutrition Foundation, memulai makan dengan porsi kecil dapat membantu mengontrol nafsu makan. Cara ini efektif mencegah makan berlebihan saat berbuka.

Setelah shalat Maghrib, lanjutkan dengan makanan utama dalam porsi sedang. Hindari langsung mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula dalam jumlah besar.

  1. Menggunakan metode piring seimbang

Metode piring seimbang membantu mengatur komposisi makanan. Setengah piring diisi sayur dan buah, seperempat protein dan seperempat karbohidrat.

Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan pembagian piring seperti ini untuk menjaga pola makan sehat. Prinsip ini mudah diterapkan saat sahur dan berbuka.

Menu khas Indonesia seperti nasi, ayam panggang,tumis sayur dan buah segar bisa disesuaikan dengan metode ini. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.

  1. Menghindari balas dendam makan

Setelah menahan lapar seharian, keinginan makan dalam jumlah besar sering muncul. Pola ini dikenal sebagai overeating.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore