Metode piring seimbang adalah salah satu cara mengatur porsi makan agar berat badan tetap stabil (freepik)
JawaPos.com – Bulan suci Ramadhan sering menjadi momen refleksi spiritual sekaligus tantangan dalam menjaga pola makan. Perubahan jadwal makan saat sahur dan berbuka dapat memengaruhi berat badan jika tidak diatur dengan baik.
Sebagian orang justru mengalami kenaikan berat badan selama puasa Ramadhan. Hal ini biasanya disebabkan oleh porsi makan berlebihan saat berbuka dan konsumsi makanan tinggi gula.
Menurut WHO, keseimbangan antara asupan kalori dan aktivitas fisik merupakan kunci menjaga berat badan ideal. Prinsip ini hanya berlaku selama bulan Ramadhan.
Selain itu, Harvard T.H.Chan School of Public Health menekankan pentingnya pengaturan porsi makan untuk mencegah kelebihan kalori. Dengan strategi yang tepat, puasa justru bisa membantu pola hidup lebih sehat.
Berikut 7 cara mengatur porsi makan agar berat badan tetap stabil selama puasa Ramadhan sebagaimana dilansir dari laman British Nutrition Foundation dan NIH, Senin (2/3) :
Berbuka puasa sebaiknya diawali dengan porsi ringan. Konsumsi kurma dan air putih secukupnya membantu mengembalikan energi tanpa berlebihan.
Menurut British Nutrition Foundation, memulai makan dengan porsi kecil dapat membantu mengontrol nafsu makan. Cara ini efektif mencegah makan berlebihan saat berbuka.
Setelah shalat Maghrib, lanjutkan dengan makanan utama dalam porsi sedang. Hindari langsung mengonsumsi makanan tinggi lemak dan gula dalam jumlah besar.
Baca Juga: Ramadhan Lebih Terarah : 7 Kekuatan To-Do List untuk Mengatur Ibadah dan Aktivitas Harian
Metode piring seimbang membantu mengatur komposisi makanan. Setengah piring diisi sayur dan buah, seperempat protein dan seperempat karbohidrat.
Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan pembagian piring seperti ini untuk menjaga pola makan sehat. Prinsip ini mudah diterapkan saat sahur dan berbuka.
Menu khas Indonesia seperti nasi, ayam panggang,tumis sayur dan buah segar bisa disesuaikan dengan metode ini. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi.
Setelah menahan lapar seharian, keinginan makan dalam jumlah besar sering muncul. Pola ini dikenal sebagai overeating.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
