
Ilustrasi perang sarung. (AI)
JawaPos.com - Pakar Sosiologi Universitas Muhammadiyah Surabaya, Radius Setiyawan menanggapi fenomena perang sarung, yang marak terjadi di beberapa daerah saat bulan Ramadhan.
Dalam perspektif sosiologi, Radius menilai fenomena perang sarung erat kaitannya dengan penyediaan ruang publik yang memadai bagi anak muda sebagai arena untuk mengekspresikan diri.
"Karena rata-rata yang terlibat perang sarung adalah anak muda. Generasi muda, khususnya Gen-Z ini memiliki energi yang sangat besar, dan mereka cenderung mencari cara untuk menyalurkannya," tuturnya, Jumat (21/3).
Oleh karena itu, pemerintah harus berpikir kreatif dalam menciptakan ruang-ruang publik, yang tidak hanya mengakomodasi kegiatan positif Gen-Z, tetapi memberikan nilai-nilai sosial yang bermanfaat
“Misalnya, fasilitas olahraga, seni, atau kegiatan sosial yang melibatkan komunitas, sehingga mereka dapat menyalurkan energi secara konstruktif, dan terhindar dari kebiasaan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” imbuhnya.
Tanpa adanya ruang yang tepat untuk berkreasi atau beraktivitas, lanjut Radius, Gen-Z dapat terjerumus pada kegiatan yang berisiko dan merugikannya, seperti perang sarung yang berujung bentrokan.
Meski begitu, Radius menekankan bahwa menghakimi perilaku anak muda atau Gen-Z sebagai tindakan menyimpang bukan solusi tepat. Sebaliknya, pendekatan berbasis edukasi akan lebih efektif.
"Ruang-ruang yang dibangun secara partisipatif dan melibatkan Gen-Z dalam proses perencanaan, akan membuat mereka merasa lebih dihargai dan bersemangat untuk berpartisipasi," ucap Radius.
Terakhir, mewujudkan ruang publik yang sehat bagi anak muda adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah dan masyarakat harus bersinergi dalam membangun lingkungan yang mendukung perkembangan generasi masa depan. (*)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
