Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Maret 2025 | 00.59 WIB

Kultum Hari Ini, Senin (10/3), Jangan Sampai Ibadah Puasa Kita Sia-sia

Ilustrasi puasa Ramadhan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi puasa Ramadhan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

 
JawaPos.com - Tidak mampu menahan diri dari berkata kotor atau tidak dapat mengendalikan diri dari tidak menulis informasi hoaks atau caci maki di media sosial saat berpuasa, memang tidak membatalkan ibadah puasa yang kita laksanakan. Namun, tindakan tersebut berpotensi menghilangkan pahala puasa Ramadhan.
 
Oleh sebab itu, kita harus dapat menahan diri bukan hanya tidak makan dan minum saat berpuasa, tapi yang lebih penting, juga harus dapat menahan agar semua anggota tubuh kita untuk tidak melakukan hal-hal yang tercela.
 
Karena jika hal itu tetap dilakukan, ibadah puasa kita tetap sah berdasarkan kaca mata hukum fiqih, tapi sejatinya puasa kita menjadi sia-sia karena tidak mendapatkan pahala.
 
 
Berikut kultum bertema 'Jangan  Sampai Ibadah Puasa Kita Sia-sia', dibawakan oleh Abdul Muis Nawawi, Dosen Pascasarjana Universitas PTIQ Jakarta:
 
 
Asalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
 
Para pembaca Jawa Pos yang budiman. 
 
Saat ini kita akan membahas tentang hal-hal yang membuat puasa kita menjadi sia sia. Kita tentu saja tidak ingin apa yang kita lakukan menjadi sia-sia, apa pun itu!.
 
Sia-sia itu bisa ditandai misalnya dengan tidak adanya penghargaan manusia terhadap apa yang kita lakukan, atau yang kita lakukan itu tidak membuat kita menjadi jauh lebih baik secara pribadi. 
 
Terutama ketika apa yang kita lakukan ternyata tidak mendapatkan pahala atau penghargaan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Tentu saja perbuatan itu menjadi sia-sia..Kita semua tentu tidak menginginkan hal tersebut. 
 
Di dalam bulan Ramadhan, ada banyak aktivitas yang kita lakukan yang berhubungan dengan ibadah, dan tentu saja kita tidak ingin ibadah kita itu menjadi sia sia, terutama dalam hal ibadah puasa.
 
Karena memang ada ancaman bagi mereka yang beribadah puasa tetapi mereka mengalami puasa yang sia-sia. Yang di dalam hadist disebutkan, mereka berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali mereka lapar dan haus.
 
Para pembaca Jawa Pos yang budiman.
 
Manfaat puasa itu paling tidak ada dua. Bermanfaat bagi kita secara jasmani dan bermanfaat bagi kita secara rohani. 
 
Jelas kita tahu manfaat jasmani dari puasa, bahkan banyak orang yang juga berpuasa tidak pada bulan suci Ramadhan, karena memahami betapa berpuasa itu bermanfaat bagi jasmani mereka.
 
Puasa mengajarkan kita untuk menahan diri dalam hal makan dan minum. Kalau kita ingin jasmani kita lebih baik, tentu saja harus bisa menahan diri dari makanan dan minuman yang berbahaya bagi tubuh. Kita akan menjadi lebih sehat dengan berpuasa.
 
Selain manfaat secara jasmani, puasa juga punya manfaat lain yaitu manfaat rohani. Apa itu manfaat rohani bagi kita dari berpuasa ?  Kata kunci dari puasa adalah menahan diri. Jika makan dan minum  kita menahan diri,  agar spiritual kita lebih baik, kita juga perlu menahan diri dari hasrat dan keinginan.
 
Hasrat dan keinginan inilah yang sangat menentukan kita melakukan apa, dan kita mengatakan apa. Apabila kita dapat mengendalikan hasrat itu, apabila kita dapat mengendalikan keinginan-keinginan itu, kepada hal yang lebih baik atau hal-hal yang lebih terkontrol bagi kita, maka secara spiritual, kita akan meningkat. Dan ini bisa terbawa di luar bulan suci Ramadhan.
 
Kita menjaga spiritual kita agar jauh lebih baik dengan cara menahan diri.  Mungkin kita ingin marah, tapi kita tahan. Mungkin kita ingin mengumpat, tapi kita tahan. Mengapa? Karena kita sedang ingin mendidik spiritual kita, rohani kita agar bisa menjadi baik di luar bulan suci Ramadan. Dan Ramadhan memberi kita waktu 30 hari untuk mendidik itu.
 
Mudah-mudahan kita semua menjadi manusia yang jauh lebih, sehat secara jasmani dan jauh lebih bermartabat secara rohani di luar bulan suci Ramadhan.
 
Pembaca Jawa Pos yang nudiman. Semikianlah kultum singkat ini, mudah-mudahan ada manfaatnya.
 
Asalamualaikum Warahmatullahi wabarakatuh
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore