JawaPos.com - Alquran merupakan kitab petunjuk bagi umat manusia. Di dalamnya memuat firman Allah yang diturunkan melalui perantara malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad.
Alquran tidak hanya memuat aturan dan larangan yang menjadi panduan bagi umat Islam untuk mengarungi kehidupan di dunia. Lebih dari itu, Alquran juga memuat dimensi pengetahuan tentang sains yang teruji kebenarannya selaras dengan penelitian ilmiah.
Pertanyaannya kemudian, kenapa di dalam Alquran tidak disebutkan dinosaurus ?
Terkait hal tersebut, Ustadz Ammi Nur Baits mengatakan bahwa tidak semua hal atau kejadian di dunia dijelaskan di dalam Alquran. Sebab, Alquran jumlah ayatnya terbatas.
"Kalau pun ada penelitian dan itu real secara ilmiah tentang keberadaan dinosaurus. Dinosaurus terbukti secara ilmiah misalnya, ini adalah fosilnya, ini ada rangkanya, kita yakin betul misalnya, kenapa kok tidak ada dalam Alquran? Tidak semua realita disebutkan dalam Alquran," tuturnya dalam podcast anb channel.
"Semua isi Alquran tidak ada yang bertentangan dengan realita. Tapi tidak semua realita disebutkan dalam Alquran. Kalau semua realita disebutkan dalam Alquran, jadi kitab lauhul mahfudz, kitab catatan takdir yang menyebutkan semua kejadian dari zaman azali sampai hari kiamat," imbuhnya.
Dia juga menyatakan, di dunia ini ada banyak sekali jenis binatang. Akan tetapi, Alquran tidak menyebutkan semua jenis binatang dan hanya beberapa jenis binatang saja yang disebutkan.
"Apakah semua binatang disebutkan dalam Alquran? Tentu saja tidak, hanya beberapa binatang saja yang dicantumkan dalam Alquran. Kalau semua binatang disebutkan dalam Alquran, janti jadi kitab biologi," paparnya.
Meskipun Alquran sesuai dengan ilmu pengetahuan dan sains, Alquran ditegaskannya bukanlah kitab sains. Karena posisi Alquran sangat jelas merupakan kitab petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Alquran bukan hanya untuk ilmuan atau akademisi saja. Orang yang tidak punya kemapanan dalam ilmu pengetahuan juga menjadikan Alquran sebagai bacaan dan pedoman hidup mereka.