Ilustrasi razia ketertiban lalu lintas di jalan raya. (Dedi Ridwansyah/Jawa Pos).
JawaPos.com - Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menginisiasi tilang syariah sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap masyarakat yang melanggar aturan lalu lintas. Setiap pelanggar lalu lintas beragama Islam akan dites membaca Alquran. Jika terbukti lancar dan bacaannya benar, mereka bebas dari tilang.
Dikutip dari laman resmi Korlantas Polri pada Selasa (4/3), tilang syariah berlaku di wilayah hukum Polres Lombok Tengah atas inisiasi AKBP Iwan Hidayat sebagai kapolres. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa polisi bisa melakukan pendekatan humanis kepada para pelanggar lalu lintas, khususnya umat muslim di wilayah Lombok Tengah.
Kasat Lantas Polres Lombok Tengah AKP Puteh Rinaldi menyampaikan, tilang syariah dilakukan kepada pelanggar lalu lintas dengan syarat tertentu. Utamanya bagi pelanggar lalu lintas yang memang bisa mengaji dan membaca Alquran. Mereka tidak akan ditilang bila terbukti mampu membaca Alquran dengan baik dan benar.
”Jika pelanggar dapat membaca atau mengaji dengan baik dan benar, maka mereka tidak ditilang. Sebagai gantinya, kami memberikan hukuman berupa tantangan membaca ayat suci Al-Qur’an,” kata Puteh.
Baca Juga: Operasi Keselamatan Jaya selama Dua Pekan, Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Razia dan Tilang Manual
Tentu saja, langkah itu juga dibarengi dengan edukasi kepada pelanggar lalu lintas agar tidak mengulang kesalahan mereka. Dengan tilang syariah, Polres Lombok Tengah ingin menunjukkan bahwa penegakan hukum bisa dilakukan dengan cara-cara humanis. Bahkan tidak berat untuk masyarakat serta bisa memperkuat nilai-nilai keagamaan.
AKP Puteh memastikan, tilang syariah akan terus dijalankan di wilayah Lombok Tengah. Dengan langkah tersebut, Polres Lombok Tengah berharap dapat menciptakan kesadaran akan pentingnya kedisiplinan berlalu lintas sekaligus menumbuhkan semangat keagamaan di tengah-tengah masyarakat. Mereka juga berharap semakin banyak masyarakat yang gemar membaca Alquran.
”Program ini tidak hanya berlaku bagi petugas, tetapi juga bagi masyarakat. Insyaallah, kita semua akan mendapatkan pahala dari Allah,” imbuhnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
