Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Maret 2025 | 06.58 WIB

Diajak Bukber? Ini 9 Kiat Tak Menambah Berat Badan Saat Acara Spesial, Bisa Diterapkan Selama Ramadhan

Ilustrasi makan bersama. (Pexels) - Image

Ilustrasi makan bersama. (Pexels)

JawaPos.com–Bulan Ramadhan akan mengubah kebiasaan makan selama kurang lebih satu bulan. Kesalahan dalam mengatur porsi makan dapat membuat menambah berat badan daripada menjaga atau menguranginya.

Berdasar laman WebMD, berikut teknik untuk mengatur makan ketika sedang dalam periode luar biasa, baik itu sedang liburan atau puasa Ramadhan.

  1. Makan berat sehari sekali

Untuk menjaga asupan kalori serta pengeluaran dompet tidak berlebihan, coba terapkan makan berat sekali sehari saja, misalnya ketika berbuka puasa dengan teman-teman. Setelah berbuka dan saat sahur, makan atau cemil makanan yang mengandung lebih banyak protein dan serat seperti buah-buahan, biji-bijian, atau snack bars, pastikan yang rendah gula.

  1. Jangan minum yang manis-manis, pilih nol kalori

Memang sunnah untuk berbuka puasa dengan sebiji kurma yang manis. Tapi sebaiknya minumnya tidak ikutan manis. Satu minuman manis dapat menumpuk 100 sampai 400 kalori. Banyak pilihan menu minuman tanpa kalori yang disediakan restoran; air mineral, jeruk nipis atau lemon, teh tawar, kopi hitam, atau sparkling water.

  1. Kurangi porsi

Bagi yang suka coba-coba makanan terutama jika dibawa ke prasmanan, ambil setiap menu yang ingin dicoba dalam porsi sedikit, atau coba pesan menu porsi anak-anak di restoran. Lagipula, tidak semua orang bisa makan banyak selepas berbuka puasa. Kalau kenyang, makanan bisa dibawa ke rumah untuk sahur.

  1. Tanyakan pelayan di restoran pertanyaan ini

- Apabila suatu menu bisa dimasak dengan cara berbeda, misalnya digoreng jadi dibakar

- Apabila saus dan sambal bisa disajikan terpisah dari lauk makanan

- Kalau masakan barat, minta kentang diganti ekstra sayur

- Pakai nasi merah jika tersedia

  1. Beli buah dan sayur dalam segala kesempatan

Cari kesempatan untuk dapat memesan segala sesuatu yang mengandung asupan nutrisi dan serat yang tinggi. Memesan salad di restoran bisa jadi cara seru untuk makan sayur akibat penampilannya yang menarik.

  1. Hati-hati memakai bumbu dan saus

Beberapa tipe bumbu cocolan mengandung kalori dan lemak yang sangat tinggi, misalnya saus mayones. Kalau memang tidak bisa makan tanpa cocolan alasan apapun itu, pilih bumbu yang kalorinya rendah, sekitar 25 kalori per porsi, contohnya marinara, mustard, atau saus barbekyu.

  1. Pilih ikan ketimbang daging lainnya

Kalau makan di luar, jangan lupa pesan ikan, memanfaatkan kandungan omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung. Asalkan tidak digoreng, apalagi digoreng tepung. Pilih ikan panggang, bakar, atau tidak pakai minyak atau mentega. Kalau ada bumbu sausnya, minta untuk dipisahkan.

  1. Jangan cemal-cemil sembarangan meskipun gratisan

Terkadang, ada restoran yang menyediakan cemilan gratis. Berbukalah secepatnya, tapi jangan mencemil terus-terusan; selain bisa menumpuk ratusan kalori, kamu juga bisa keburu kenyang sebelum pesananmu sampai meja. Buka puasa dengan minum atau pilihan yang lebih bergizi.

  1. Makanan penutup dibagi-bagi

Saat berbuka puasa, kita juga seringkali diberikan takjil. Utamakan habiskan makanan berat lebih dahulu dan bawa pulang sisa takjilnya. Kamu juga bisa saling berbagi-bagi dengan teman bukber jika takjil yang diberikan berporsi besar.

Sering kita hanya menikmati beberapa gigitan pertama karena rasa penasaran. Jadi jika sedang mengidam makanan pembuka atau penutup yang manis seperti takjil, nikmati setiap suap dengan sungguh-sungguh agar tahu kapan harus berhenti.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore