
MASIH BERBAHAYA: Plengsengan penahan jalan di Km 38 arah Jember tepatnya di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, mulai dikerjakan lagi.
JawaPos.com - Pergerakan arus mudik yang melintas di jalur arteri maupun tol di wilayah Jatim diperkirakan bakal naik signifikan. Situasi tersebut berpotensi memicu terjadinya kemacetan di sejumlah titik.
Tak hanya itu, yang juga tengah diwaspadai adalah jalur mudik yang rawan terimbas bencana alam, terutama longsor. Hingga kemarin, masih ada ruas jalan utama yang terimbas longsor.
Berdasar prediksi PT Jasamarga, jalan tol diperkirakan menjadi salah satu jalur utama yang dilalui para pemudik. Pergerakan kendaraan selama masa Lebaran tahun ini ditaksir melonjak. Kenaikan arus diprediksi mulai terjadi sejak H-7 Lebaran.
Setidaknya ada enam titik jalan tol di wilayah Jatim yang berpotensi menjadi pusat kemacetan. Yakni, gerbang tol (GT) Warugunung, GT Sidoarjo 2, GT Kejapanan, GT Madiun, GT Pandaan, dan GT Singosari.
Sejumlah antisipasi disiapkan pengelola tol. Salah satunya, pengoperasian perangkat pembayaran portabel di titik rawan.
’’Masing-masing sementara disiapkan empat unit peralatan pembayaran portabel,” kata Dirut PT Jasamarga Surabaya-Gempol Hari Pratama. Antisipasi lainnya adalah mengubah gardu entrance (masuk) menjadi gardu exit (keluar). Dan sebaliknya.
Di jalur arteri, baik jalan nasional maupun provinsi, kemacetan berpotensi masih akan terjadi, terutama di ruas-ruas langganan. Sebagaimana jalur utama Surabaya–Madiun, atau Surabaya arah tapal kuda.
Selain itu, yang diwaspadai adalah jalur mudik yang rawan terimbas bencana, terutama longsor. Bahkan, jelang arus mudik berlangsung, masih ada jalur utama yang rawan dilintasi.
Sebagaimana di jalur utama Jember–Banyuwangi di Km 38, Sidomulyo, Silo, Jember. Plengsengan jalan itu masih rawan pascaambrol. Saat ini tahap perbaikan masih berlangsung. Targetnya selesai sebelum dimulainya arus mudik.
’’Mudah-mudahan saat proses pengecoran tidak terkendala hujan. Karena hampir setiap hari di wilayah Gumitir turun hujan,’’ kata Munawar, perwakilan pelaksana proyek.
Selain melakukan perbaikan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali terus memantau ruas jalan yang berpotensi longsor. ”Di antaranya, wilayah Jember, Turen Malang, Pacitan, dan Trenggalek,” kata Kabag Umum dan TU BBPJN Jatim-Bali Nanang Permadi.
Perbaikan jalur terimbas longsor juga dilakukan pemprov. Mayoritas adalah jalan provinsi di wilayah selatan. (hen/elo/jum/nur/c12/ris)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
