
DARI BERBAGAI KOTA: Pengunjung berfoto dengan latar belakang Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. (10/3).
Simbol Persahabatan Indonesia-UEA
Masjid Raya Sheikh Zayed Solo memadukan gaya Timur Tengah dengan Nusantara, yang merupakan hasil komunikasi pihak UEA dengan Indonesia. Turut menggerakkan ekonomi sekitar seiring jumlah pengunjung yang terus bertambah.
SILVESTER KURNIAWAN, Solo
---
MOTIF sulur dan kelopak bunga itu sama dengan yang ada di Grand Mosque Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Hanya beda pada bentuknya: yang ada di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo adalah bunga Indonesia.
Masih di interior ruang ibadah, ada perpaduan batik (Solo-Pekalongan) dan hiasan berbentuk lingkaran (ornamen) khas Timur Tengah yang juga dipakai di Grand Mosque Abu Dhabi. Di bagian lain, motif batik kawung melengkapi lantai di dalam area masjid dan halaman yang sudah masuk batas suci.
Masjid yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 17 November 2022 itu memang simbol persahabatan Indonesia dengan Uni Emirat Arab. Kado dari Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan untuk Presiden Joko Widodo. Tak heran bendera dua negara dipasang di muka masjid yang menghadap Jalan Ahmad Yani itu.
’’Detail-detail di masjid ini merupakan hasil komunikasi antara kedua Negara. Basic-nya seperti yang ada di Grand Mosque Abu Dhabi, hanya ada beberapa bagian yang didekor ulang dan disesuaikan dengan kekhasan kita,” kata Munajat, direktur operasional Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, kepada Jawa Pos Radar Solo pada Jumat kedua Maret lalu (10/3).
Waktu salat Jumat tiba. Panggilan azan muazin yang berasal dari UEA menggerakkan ribuan jemaah yang datang dari berbagai kota siang itu. ’’Sengaja datang ke sini memang untuk salat Jumat, ternyata jemaahnya membeludak,” kata Alfian Noor, salah seorang jemaah asal Magelang, Jawa Tengah, setelah salat Jumat.
Jawa Pos Radar Solo menyempatkan diri mengelilingi area masjid seluas 2,9 hektare yang mampu menampung 10 ribu jemaah itu. Di area luar, tata letak tanaman hias yang dipadu dengan area kolam dan air mancur tampak selaras dengan arsitektur bangunan masjid yang memiliki 82 kubah (1 kubah utama dan 81 kubah kecil) tersebut.
Perpaduan gaya Timur Tengah dan Nusantara juga terlihat di bagian dalam masjid. Kubah-kubah besar yang ada di dalam masjid dihias dengan dekorasi kelopak bunga dan dilengkapi dengan kaligrafi ayat-ayat Alquran seperti yang terlihat pada ruang ibadah utama.
Interior ruang ibadah utama itu makin elok dengan penempatan asmaulhusna yang menghiasi dinding di sekitar mimbar. Ke-99 sifat Allah lengkap dengan satu lafaz Allah itu bersanding dengan dekorasi bunga dan sulur berwarna salem tersebut.
’’Pembangunan masjid dan operasional sampai hari ini masih dari UEA, pengelolaannya dilakukan bersama ada pihak dari pemerintah Indonesia (di bawah Kementerian Agama, Red) dan dari pihak UEA. Ini akhirnya menjadi kekhasan masjid ini yang berbeda dengan masjid-masjid lain yang ada di Indonesia,” beber Munajat.
Ke depan, Masjid Raya Sheikh Zayed akan dilengkapi dengan cultural center yang akan dibangun di barat masjid di area seluas 3–4 hektare. Pembangunan cultural center itu akan dilakukan secepatnya setelah proses alih status lahan selesai dilakukan.
Nantinya, cultural center akan dilengkapi fasilitas seperti tempat untuk menginap, tempat pelatihan dan pendidikan, serta area komersial untuk menggerakkan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah). Fasilitas ini diharapkan tak hanya sebagai pelengkap masjid dan pusat kajian islami saja, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
