Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 April 2024 | 14.46 WIB

Keutamaan dan Keistimewaan Puasa 6 Hari di Bulan Syawal, Simak Penjelasan Ulama

Umat muslim saat membaca Al Quran di dalam Masjid Agung Al Barkah, Bekasi, Jawa Barat. sebuah surau yang dibangun pada era Hindia-Belanda pada tahun 1890. Pembangunan surau dipelopori penghulu Lanraad saat itu, Abdul Hamid, menggunakan tanah wakaf seorang - Image

Umat muslim saat membaca Al Quran di dalam Masjid Agung Al Barkah, Bekasi, Jawa Barat. sebuah surau yang dibangun pada era Hindia-Belanda pada tahun 1890. Pembangunan surau dipelopori penghulu Lanraad saat itu, Abdul Hamid, menggunakan tanah wakaf seorang

JawaPos.com - Puasa merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan istimewa dalam agama Islam. Selain menjadi kewajiban dalam bulan Ramadhan, puasa juga memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri di bulan-bulan lainnya.

Di luar Ramadhan, terdapat beberapa ibadah puasa sunnah. Di antaranya puasa syawal, puasa senin kamis, puasa arafah, dan lain sebagainya. Untuk puasa Syawal dilakukan selama enam hari pada bulan Syawal.

Dilansir dari NU Online, sebagaimana dikatakan dalam hadits Nabi bahwa banyak keutamaan dari puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Yaitu sebagai berikut:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعُهُ بِسِتٍّ مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun (HR Muslim).

Dalam riwayat al-Nasa'i disebutkan bahwa pahala berpuasa di bulan Ramadhan setara dengan berpuasa selama sepuluh bulan, artinya setiap hari puasa di bulan Ramadhan dihitung sebanding dengan 10 hari berpuasa.

Dalam hadits Nabi, dikatakan bahwa satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali. Dengan demikian, puasa enam hari di bulan Syawal memiliki pahala sebanding dengan 60 hari (dua bulan). Jika menggabungkan puasa Ramadhan dan enam hari Syawal, maka total pahalanya menjadi setara dengan satu tahun (10 bulan + 2 bulan).

Syekh Khatib al-Syarbini menjelaskan:

وَرَوَى النَّسَائِيُّ خَبَرَ «صِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ بِعَشَرَةِ أَشْهُرٍ، وَصِيَامُ سِتَّةِ أَيَّامٍ بِشَهْرَيْنِ، فَذَلِكَ صِيَامُ السَّنَةِ» أَيْ كَصِيَامِهَا فَرْضًا، وَإِلَّا فَلَا يَخْتَصُّ ذَلِكَ بِرَمَضَانَ وَسِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ؛ لِأَنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا.

Artinya: Imam al-Nasa’i meriwayatkan hadits: pahala puasa bulan Ramadhan sebanding dengan berpuasa sepuluh bulan, pahala berpuasa enam hari Syawal sebanding dengan berpuasa dua bulan, maka yang demikian itu adalah puasa satu tahun. Maksudnya seperti berpuasa wajib selama setahun, sebab jika tidak demikian maka tidak terkhusus dengan Ramadhan dan enam hari Syawal, sebab satu kebaikan dilipatgandakan pahalanya menjadi sepuluh kali lipat (Syekh Khatib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 2, halaman 184).

Dilansir dari perpustakaan.uad.ac.id, dalam Keputusan Munas Tarjih ke-26 di Padang tahun 2003 j.o. Keputusan Muktamar Tarjih XXI di Klaten tahun 1980 tentang Puasa Tathawu’ disebutkan bahwa dalil Puasa Syawal sebagai berikut:


عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ … أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ[رواه الجماعة إلا البخاري والنسائي]

Artinya, Dari Abi Ayyub al-Anshari r. a. (diriwayatkan) bahwa Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa sudah melakukan puasa Ramadan, kemudian menambahkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka seolah-olah ia telah melaksanakan puasa sepanjang masa. (HR Jama’ah ahli hadits selain dan an-Nasa’i).

Mengutip dari ummi.ac.id, dalam melaksanakan puasa Syawal, lebih baik sehari setelah idul fitri, namun tidak masalah dilakukan setelah itu, selama masih berada di bulan Syawal. Puasa Syawal dilaksanakan antara 2 sampai 30 Syawal.

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Para fuqoha berkata bahwa yang lebih utama, enam hari di atas dilakukan setelah idul fitri (1 Syawal) secara langsung. Ini menunjukkan bersegera dalam melakukan kebaikan.” (Syarhul Mumti’, 6: 465).

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore