
BAWA PESAN: Barang dan pesan tertulis di motor pemudik yang beristirahat di Cirebon, Jawa Barat (7/4).
JawaPos.com - Arus mudik melewati jalur pantai utara (pantura) Jawa dari arah Jakarta ke Jawa Tengah didominasi kendaraan roda dua. Pemudik menggunakan sepeda motor dengan alasan lebih praktis, leluasa, dan hemat biaya.
Umumnya, mereka membawa ransel, duffle bag, atau kotak kardus yang diangkut di kendaraan masing-masing. Tak jarang mereka menempelkan kata-kata maupun pesan lucu yang ditulis di barang bawaannya.
Fenomena itu menjadi hiburan bagi para pemudik lainnya. Misalnya, yang ditulis Budy Suprianto saat ditemui tim pulang kampung Jawa Pos di Cirebon, Jawa Barat, kemarin (8/4). Dia menulis, "Durung sukses sing penting mudik Lurr… Jaga jarak bolo, driver e ngantukan. Jakarta-Solo loss Lur.”
Pesan itu menyiratkan bahwa tidak harus menjadi sukses untuk sekadar mudik. Sebab, bagi orang tua kita, anak merupakan harta yang paling berharga. Artinya, kedatangan anak di kampung, apalagi di momen Lebaran, merupakan saat yang sangat ditunggu-tunggu bagi mereka.
"Kalau motivasi (nulis ini) untuk orang tua sih. Orang tua tinggal ibu. Intinya, mau punya duit atau nggak, orang tua itu butuh anaknya. Serius itu,” ungkapnya.
KE KAMPUNG HALAMAN: Pemudik motor saat melintas di jalur pantura di Brebes, Jawa Tengah (7/4).
Budy dari Jakarta hendak mudik ke Solo. Membawa istri dan dua anak. Dia memilih berangkat dari rumah Minggu (7/4) sekitar pukul 23.00. ’’Karena lebih nyaman. Jalanan juga cenderung sepi,” ujarnya.
Ada pula Tri Ngatmawan yang ditemui di Brebes, Jawa Tengah. Dia bersama istri mudik membawa 19 ketupat yang diikat bersama barang bawaannya di bagian belakang. Berangkat dari Tangerang menuju kampung di Tegal.
Menurut dia, mudik sambil membawa ketupat membuat perjalanan menyambut Lebaran lebih berkesan. "Apalagi kami orang Jawa, (ketupat) itu supaya lebih khas. Tapi, ini belum ada isinya. Cuma kalau masih layak waktu sampai di rumah, ya dipakai. Diisi beras untuk makan bareng keluarga,” beber pria yang akrab disapa Maman tersebut.
Ada pula pemudik yang juga terpantau di kawasan Brebes yang di tas ranselnya tertempel kertas dengan tulisan Rp 271 T. Seolah menyindir tersangka kasus korupsi tata kelola timah yang ditangani Kejaksaan Agung yang merugikan negara Rp 271 triliun. (han/c7/ttg)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
