Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 April 2024 | 18.23 WIB

Cerita Mudik Motoran, Pulang Kampung Tidak Mesti Sukses dan Bawa Ketupat ”Rp 271 T”

BAWA PESAN: Barang dan pesan tertulis di motor pemudik yang beristirahat di Cirebon, Jawa Barat (7/4). - Image

BAWA PESAN: Barang dan pesan tertulis di motor pemudik yang beristirahat di Cirebon, Jawa Barat (7/4).

JawaPos.com - Arus mudik melewati jalur pantai utara (pantura) Jawa dari arah Jakarta ke Jawa Tengah didominasi kendaraan roda dua. Pemudik menggunakan sepeda motor dengan alasan lebih praktis, leluasa, dan hemat biaya.

Umumnya, mereka membawa ransel, duffle bag, atau kotak kardus yang diangkut di kendaraan masing-masing. Tak jarang mereka menempelkan kata-kata maupun pesan lucu yang ditulis di barang bawaannya.

Fenomena itu menjadi hiburan bagi para pemudik lainnya. Misalnya, yang ditulis Budy Suprianto saat ditemui tim pulang kampung Jawa Pos di Cirebon, Jawa Barat, kemarin (8/4). Dia menulis, "Durung sukses sing penting mudik Lurr… Jaga jarak bolo, driver e ngantukan. Jakarta-Solo loss Lur.”

Pesan itu menyiratkan bahwa tidak harus menjadi sukses untuk sekadar mudik. Sebab, bagi orang tua kita, anak merupakan harta yang paling berharga. Artinya, kedatangan anak di kampung, apalagi di momen Lebaran, merupakan saat yang sangat ditunggu-tunggu bagi mereka.

"Kalau motivasi (nulis ini) untuk orang tua sih. Orang tua tinggal ibu. Intinya, mau punya duit atau nggak, orang tua itu butuh anaknya. Serius itu,” ungkapnya.

KE KAMPUNG HALAMAN: Pemudik motor saat melintas di jalur pantura di Brebes, Jawa Tengah (7/4).

Budy dari Jakarta hendak mudik ke Solo. Membawa istri dan dua anak. Dia memilih berangkat dari rumah Minggu (7/4) sekitar pukul 23.00. ’’Karena lebih nyaman. Jalanan juga cenderung sepi,” ujarnya.

Ada pula Tri Ngatmawan yang ditemui di Brebes, Jawa Tengah. Dia bersama istri mudik membawa 19 ketupat yang diikat bersama barang bawaannya di bagian belakang. Berangkat dari Tangerang menuju kampung di Tegal.

Menurut dia, mudik sambil membawa ketupat membuat perjalanan menyambut Lebaran lebih berkesan. "Apalagi kami orang Jawa, (ketupat) itu supaya lebih khas. Tapi, ini belum ada isinya. Cuma kalau masih layak waktu sampai di rumah, ya dipakai. Diisi beras untuk makan bareng keluarga,” beber pria yang akrab disapa Maman tersebut.

Ada pula pemudik yang juga terpantau di kawasan Brebes yang di tas ranselnya tertempel kertas dengan tulisan Rp 271 T. Seolah menyindir tersangka kasus korupsi tata kelola timah yang ditangani Kejaksaan Agung yang merugikan negara Rp 271 triliun. (han/c7/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore