Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 April 2024 | 18.09 WIB

Rayakan Lebaran Idul Fitri di Kampung Halaman, 1 Juta Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Ribuan kendaraan memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah Tol Cipali di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2024). - Image

Ribuan kendaraan memasuki Gerbang Tol Cikampek Utama menuju arah Tol Cipali di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (6/4/2024).

JawaPos.com - Arus mudik masih berlangsung hingga H-1 Idul Fitri 1445 Hijriah. Sejak H-7 hingga H-3 Lebaran, Jasa Marga mencatat sebanyak 1.039.018 kendaraan telah meninggalkan wilayah Jabotabek.

Distribusi kendaraan yang meninggalkan Jabotabek tersebut menuju ke tiga arah. Yakni, 605.689 kendaraan (58,29 persen) menuju arah timur (Trans-Jawa dan Bandung), 264.905 kendaraan (25,5 persen) menuju arah barat (Merak), dan 168.424 kendaraan (16,21 persen) menuju arah selatan (Puncak).

Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek itu meningkat 51,77 persen dibandingkan lalin normal. Yakni, 684.610 kendaraan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode Lebaran 2023, total volume lalin tersebut lebih tinggi 6,7 persen dari 973.804 kendaraan.

Jasa Marga pun kembali mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik melalui jalan tol untuk memastikan kesiapan perjalanan. Di antaranya, memenuhi persyaratan perjalanan, memastikan kondisi pengemudi dan kendaraan dalam keadaan prima dan laik jalan, mempersiapkan perbekalan, memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik. Termasuk menghindari waktu-waktu yang diprediksi menjadi puncak arus mudik dan arus balik.

Sebagaimana diketahui, Senin (8/4) terjadi kecelakaan maut di kilometer 58 tol Jakarta-Cikampek. Satu bus tampak menabrak Daihatsu Gran Max. Lalu, Daihatsu Terios ikut menabrak Gran Max tersebut.

Tabrakan beruntun itu memantik percikan api. Tak lama kemudian, api melalap Gran Max. Lalu, merembet ke Terios. Akibat kecelakaan maut tersebut, 12 penumpang Gran Max meninggal dunia. Sedangkan kernet bus mengalami luka berat dan seorang penumpang luka ringan.

Kecelakaan dahsyat itu terjadi di Kilometer 58 tol Jakarta–Cikampek, Jawa Barat, pukul 07.04 kemarin (8/4). Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan menyampaikan, seluruh korban meninggal dibawa ke RSUD Karawang menggunakan 13 kantong jenazah. Dari total 13 kantong jenazah itu, enam di antaranya berisi jenazah dalam keadaan utuh. Sementara satu kantong lainnya berisi body part jenazah korban. ”Tim dari inafis, DVI, dan forensik RSUD Karawang sedang melakukan identifikasi korban yang mengalami luka bakar ini,” ungkap dia kemarin siang.

Hingga kemarin sore, baru dua korban yang sudah diidentifikasi. Namun, polisi belum mengumumkan identitas dua korban tersebut. Yang sudah dapat dipastikan, satu korban berasal dari Kudus dan satu lainnya dari Ciamis.

Jenderal bintang dua Polri itu menyatakan, untuk memastikan alamat para korban yang sudah teridentifikasi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan polres di dua daerah tersebut. Mereka diminta mengecek alamat masing-masing korban. Untuk memudahkan proses identifikasi, didirikan posko di RSUD Karawang. Di posko tersebut, akan dikumpulkan data ante mortem dan postmortem dari keluarga korban.

Polres Karawang sendiri telah merilis data informasi kendaraan yang digunakan oleh para korban. Yakni, Daihatsu Gran Max bernomor polisi B 1635 BKT dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK) atas nama Yanti Setiawan Budi Dharma. Dalam STNK tertera alamat pemilik kendaraan itu di Jalan Duren Nomor 16 RT 003, RW 009, Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Kota Jakarta Timur.

Masyarakat yang mengenali kendaraan maupun pemilik kendaraan itu diminta segera melapor atau langsung datang ke RSUD Karawang. Sambil menunggu proses identifikasi para korban, lanjut Aan, pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). ”Untuk olah TKP akan dilakukan oleh tim dari Polda Jawa Barat gabungan dengan Korlantas Polri,” imbuhnya. Olah TKP dilakukan untuk mencari tahu penyebab kecelakaan.

Berdasar hasil rekaman closed circuit television (CCTV), Aan menyampaikan bahwa kecelakaan bermula saat Gran Max yang bergerak dari Jakarta ke arah timur berada di jalur contraflow. Kendaraan itu tiba-tiba oleng ke kanan dan masuk ruas jalan yang dilalui kendaraan dari arah berlawanan. ”Sehingga menabrak bus dan kendaraan lain,” ujarnya. Dia memastikan, penyelidikan akan terus berjalan. Namun, saat ini identifikasi korban diutamakan.

Pasca kecelakaan tersebut, rekayasa lalu lintas contraflow sempat dihentikan. Kemacetan di jalan tol Japek pun sempat terjadi akibat perlambatan laju kendaraan di sekitar lokasi kecelakaan. Meski demikian, semua sudah ditangani oleh Korlantas Polri bersama PT Jasa Marga dan pihak terkait lainnya. (syn/mia/c6/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore