Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 April 2024 | 00.00 WIB

Mudik ke Surabaya Naik Kapal Perang Berasa Jadi Pelaut, di Atas KRI Banda Aceh-593 Bisa Tambah Teman

MUDIK NAIK KAPAL PERANG: Pemudik yang mengikuti program mudik gratis dengan KRI Banda Aceh-593 tiba di Dermaga Ujung, Koarmada II, Surabaya, kemarin. - Image

MUDIK NAIK KAPAL PERANG: Pemudik yang mengikuti program mudik gratis dengan KRI Banda Aceh-593 tiba di Dermaga Ujung, Koarmada II, Surabaya, kemarin.

JawaPos.com - Siti Komariah bungah sekali. Sambil menggendong sang putra, perempuan 42 tahun itu terus tersenyum saat berada di Dermaga Madura, Ujung, Koarmada II, Surabaya, kemarin (7/4) siang.

Sebab, mudik kali ini sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk kali pertama dia mudik menumpang kapal perang KRI Banda Aceh-593.

Total 1.026 pemudik dilepas keberangkatannya oleh KSAL Laksamana Muhammad Ali dari Dermaga Kolinlamil, Jakarta, pada Jumat pekan lalu (5/4).

"Tujuan mudik ke Rembang, Jawa Tengah. Setelah bersandar di Surabaya, perjalanan dilanjutkan menggunakan sepeda motor," kata Siti sambil menggendong putranya.

Perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya ditempuh selama dua hari. Meskipun lebih lama dibandingkan jalur darat, Siti mengaku sangat menikmati pelayarannya itu. Banyak pengalaman berharga yang tak mudah dilupakan.

Siti merasa takjub dengan suasana di dalam KRI Banda Aceh-593. ’’Kapalnya besar banget. Lalu, akhirnya bisa merasakan tidur di kamar prajurit. Ya, rasanya beda saja, merasa jadi pelaut,’’ ujarnya, lantas tertawa.

Apalagi di kamar itu dia tidak sendiri. Melainkan bersama pemudik lainnya. "Selama perjalanan, kami saling tukar cerita. Sehingga, enggak kerasa sudah sampai di Surabaya," ujarnya.

Dengan perjalanan yang menyenangkan itu, Siti mengaku ketagihan. Rencananya, Siti akan kembali mengikuti balik gratis pada periode arus balik ke Jakarta. Untuk arus balik, dia akan mencoba mendaftar melakukan perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Demikian pula yang dirasakan Triyono. Selama perjalanan, warga Malang itu kerap menghabiskan malam di geladak kapal bersama para pemudik lainnya. Embusan angin kencang menyejukkan hati.

”Ngopi sambil ngobrol sama pemudik lain. Yang tadinya enggak kenal, eh malah tambah teman. Ternyata, banyak yang satu kampung. Jadi, ke Malang bisa sama-sama dan berasa touring,’’ kata pria 37 tahun itu.

Komandan Lantamal V Brigjen TNI Marinir Joni Sulistiawan mengatakan, dari 1.026 penumpang, 269 pemudik turun di Semarang. "Sedangkan 757 penumpang bersandar di Surabaya,” jelasnya.

Setelah tiba di Koarmada II, bagi pemudik yang tak membawa sepeda motor, Joni menyebut pihaknya telah menyediakan bus untuk mengantar mereka ke Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo. ’’Selain meringankan beban masyarakat, mudik gratis diadakan untuk menekan kemacetan lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan,’’ kata Joni.

Selain arus mudik, arus balik gratis juga akan diadakan pada 13 April. Rutenya sama: Surabaya–Semarang–Jakarta. Pendaftaran mudik gratis pada periode arus balik sudah dibuka di Posko Lantamal V. (ian/c6/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore