
MUDIK NAIK KAPAL PERANG: Pemudik yang mengikuti program mudik gratis dengan KRI Banda Aceh-593 tiba di Dermaga Ujung, Koarmada II, Surabaya, kemarin.
JawaPos.com - Siti Komariah bungah sekali. Sambil menggendong sang putra, perempuan 42 tahun itu terus tersenyum saat berada di Dermaga Madura, Ujung, Koarmada II, Surabaya, kemarin (7/4) siang.
Sebab, mudik kali ini sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk kali pertama dia mudik menumpang kapal perang KRI Banda Aceh-593.
Total 1.026 pemudik dilepas keberangkatannya oleh KSAL Laksamana Muhammad Ali dari Dermaga Kolinlamil, Jakarta, pada Jumat pekan lalu (5/4).
"Tujuan mudik ke Rembang, Jawa Tengah. Setelah bersandar di Surabaya, perjalanan dilanjutkan menggunakan sepeda motor," kata Siti sambil menggendong putranya.
Perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya ditempuh selama dua hari. Meskipun lebih lama dibandingkan jalur darat, Siti mengaku sangat menikmati pelayarannya itu. Banyak pengalaman berharga yang tak mudah dilupakan.
Siti merasa takjub dengan suasana di dalam KRI Banda Aceh-593. ’’Kapalnya besar banget. Lalu, akhirnya bisa merasakan tidur di kamar prajurit. Ya, rasanya beda saja, merasa jadi pelaut,’’ ujarnya, lantas tertawa.
Apalagi di kamar itu dia tidak sendiri. Melainkan bersama pemudik lainnya. "Selama perjalanan, kami saling tukar cerita. Sehingga, enggak kerasa sudah sampai di Surabaya," ujarnya.
Dengan perjalanan yang menyenangkan itu, Siti mengaku ketagihan. Rencananya, Siti akan kembali mengikuti balik gratis pada periode arus balik ke Jakarta. Untuk arus balik, dia akan mencoba mendaftar melakukan perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.
Demikian pula yang dirasakan Triyono. Selama perjalanan, warga Malang itu kerap menghabiskan malam di geladak kapal bersama para pemudik lainnya. Embusan angin kencang menyejukkan hati.
”Ngopi sambil ngobrol sama pemudik lain. Yang tadinya enggak kenal, eh malah tambah teman. Ternyata, banyak yang satu kampung. Jadi, ke Malang bisa sama-sama dan berasa touring,’’ kata pria 37 tahun itu.
Komandan Lantamal V Brigjen TNI Marinir Joni Sulistiawan mengatakan, dari 1.026 penumpang, 269 pemudik turun di Semarang. "Sedangkan 757 penumpang bersandar di Surabaya,” jelasnya.
Setelah tiba di Koarmada II, bagi pemudik yang tak membawa sepeda motor, Joni menyebut pihaknya telah menyediakan bus untuk mengantar mereka ke Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo. ’’Selain meringankan beban masyarakat, mudik gratis diadakan untuk menekan kemacetan lalu lintas dan mencegah terjadinya kecelakaan,’’ kata Joni.
Selain arus mudik, arus balik gratis juga akan diadakan pada 13 April. Rutenya sama: Surabaya–Semarang–Jakarta. Pendaftaran mudik gratis pada periode arus balik sudah dibuka di Posko Lantamal V. (ian/c6/ttg)

5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
11 Tempat Berburu Sarapan Bubur Ayam Paling Enak di Bandung, Layak Masuk Daftar Wisata Kuliner!
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Kuliner Nasi Goreng Paling Enak di Bandung, Tiap Hari Pelanggan Rela Antre Demi Menikmati Kelezatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
