
Ilustrasi perempuan yang istihadhah tetap diwajibkan berpuasa Ramadhan.
JawaPos.com - Menjalani puasa di bulan Ramadhan adalah suatu kewajiban bagi umat Islam, baik pria maupun perempuan. Namun, perempuan yang sedang mengalami haid dan nifas tidak diperbolehkan berpuasa Ramadhan, dan wajib menggantinya di lain hari.
Lalu, bagaimana hukum puasa Ramadhan bagi perempuan yang istihadhah? Simak penjelasannya berikut.
Darah istihadhah merupakan darah yang dikeluarkan oleh perempuan di luar periode haid atau nifas. Dikutip dari laman NU Online, terdapat satu riwayat hadits oleh Sayyidah Aisyah yang mengisahkan tentang perempuan yang mengalami istihadhah.
أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ، سَأَلَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ: إِنِّي أُسْتَحَاضُ فَلاَ أَطْهُرُ، أَفَأَدَعُ الصَّلاَةَ، فَقَالَ: «لاَ إِنَّ ذَلِكِ عِرْقٌ، وَلَكِنْ دَعِي الصَّلاَةَ قَدْرَ الأَيَّامِ الَّتِي كُنْتِ تَحِيضِينَ فِيهَا، ثُمَّ اغْتَسِلِي وَصَلِّي
Artinya: “Fatimah binti Abi Hubaisy bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, ia berkata: ‘Aku pernah istihadhah dan belum bersuci, apakah aku mesti meninggalkan sholat?’ Nabi pun menjawab: ‘Tidak, itu adalah darah penyakit, namun tinggalkanlah sholat sebanyak hari yang biasa engkau haid, kemudian mandi dan sholatlah,” (HR Bukhari).
Dari hadits tersebut, dipahami bahwa ibadah yang bersifat wajib harus tetap dilaksanakan oleh wanita yang sedang mengalami istihadhah, termasuk puasa Ramadhan.
Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Ning Sheila Hasina dalam sebuah video dari kanal Youtube Cah Ndalem, yaitu perempuan istihadhah hukumnya sama dengan wanita yang suci. Sehingga sholat dan puasa bukan larangan bagi perempuan istihadhah.
“Karena perempuan istihadhah tetap diwajibkan untuk melakukan puasa Ramadhan dan sholat fardhu, maka puasanya berhukum sah dan tidak perlu di-qadha,” jelas putri dari KH. Hasan Syukri Zamzami Mahrus itu.
Perempuan yang mengalami istihadhah sebaiknya berhati-hati dalam cara mengatasi keluarnya darah saat akan melaksanakan sholat di tengan berpuasa Ramadhan.
Lebih baik menggunakan pembalut dibanding menyumbat kemaluan dengan kapas. Sebab, memasukkan benda ke dalam lubang tubuh dapat menyebabkan batalnya puasa.
Selain itu, perempuan yang istihadhah juga tetap disunahkan untuk melaksanakan sholat tarawih. Penting untuk dicatat bahwa cara bersuci wanita yang istihadhah dapat digunakan untuk satu ibadah fardhu dan beberapa ibadah sunnah.
“Rangkaian bersuci perempuan yang istihadhah bisa digunakan untuk sholat Isya’ lalu lanjut sampai sholat tarawih. Bahkan sampai selesai pun boleh hanya dengan satu rangkaian bersuci saja,” tambah Ning Sheila.
Meski demikian, perempuan yang istihadhah harus memperhatikan agar darahnya tidak keluar saat sholat.
Dalam praktik ibadah, pemahaman dan pengamalan terhadap tuntunan agama sangat penting. Hal ini membantu menjaga kesempurnaan ibadah dan menjaga kebersihan batin serta fisik.
Semoga pemahaman terkait hukum ibadah bagi perempuan yang mengalami istihadhah ini dapat bermanfaat.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
