
Ilustrasi ketupat Lebaran. (Dok Aston)
JawaPos.Com – Momen Lebaran atau Hari Raya IDul Fitri adalah momen yang paling ditunggu oleh umat muslim setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan.
Di momen ini, terdapat makanan khas yakni Ketupat yang menjadi simbol saat merayakan Hari Raya Idul Fitri.
Makanan yang terbuat dari beras yang dibungkus dengan anyaman janur kuning sering kali disajikan dengan beragam menu, terutama dengan opor ayam.
Tidak hanya sebagai makanan khas di momen Lebaran, terdapat juga tradisi “Lebaran Ketupat” yang dilaksanakan seminggu setelah perayaan Idul Fitri.
Dilansir dari website nuonline.id, Selasa (2/4), H.J de Graaf mengatakan, ketupat menjadi lambang perayaan Hari Raya Islam pada masa pemerintahan Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah pada abad ke-15.
Bungkus ketupat yang terbuat dari janur digunakan untuk mencerminkan identitas masyarakat pesisir yang banyak dihuni oleh pohon kelapa atau nyiur.
Masyarakat pesisir yang terkenal dengan makanan khas yang dibungkus dengan janur mendorong Sunan Kalijaga untuk menggunakan ketupat sebagai alat untuk menyebarkan Islam.
Baca Juga: Resep Ketupat Sayur Bakso ala Devina Hermawan, Menu Lebaran yang Wajib Ada, Sangat Praktis!
Penggunaan ketupat semakin dikenal di kalangan umat Islam ketika Sunan Kalijaga menjadikannya sebagai simbol perayaan lebaran ketupat.
Perayaan ini dilakukan pada tanggal 8 Syawal, sepekan setelah Idul Fitri dan setelah umat berpuasa selama enam hari pada bulan Syawal.
Di kalangan masyarakat pesisir dan agraris, ketupat telah menjadi makanan khas yang disajikan saat petani mengadakan tradisi selametan untuk memuliakan "Dewi Kemakmuran" yang dikenal sebagai Dewi Sri.
Dewi Sri merupakan sosok yang sangat dihormati oleh masyarakat agraris, dan penghormatannya telah ada sejak zaman kerajaan kuno seperti Majapahit dan Padjajaran.
Penggunaan ketupat dalam tradisi ini berlanjut hingga masa kerajaan Islam, seperti pada zaman Kerajaan Demak dan Mataram Islam.
Upacara selametan, seperti sekaten atau grebeg mulud dilakukan oleh masyarakat Keraton di Yogyakarta, Surakarta, dan Cirebon, yang diiringi dengan perayaan Maulid Nabi Muhammad saw, juga melibatkan ketupat sebagai bagian penting dari sajian.
Tradisi ini masih dijaga hingga saat ini oleh masyarakat keraton di Ubud, Bali. Dengan demikian, ketupat sebagai makanan khas Nusantara masih menjadi bagian dari upacara-upacara yang diadakan oleh masyarakat Muslim, Hindu, dan masyarakat dengan kepercayaan-kepercayaan lokal.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
