
Kendaraan melintas di rest area KM 538A.
Belajar dari pengalaman mudik tahun lalu, aturan maksimal berhenti 30 menit di rest area Km 519A bakal diterapkan lagi. Kalau sulit dapat tempat, bisa lanjut dan singgah di Km 538A yang lebih kecil tapi tetap memadai untuk ibadah, ke kamar kecil, atau top-up.
AHMAD REZATRIYA BELANI, Sragen
---
DARI warna cat sebenarnya sudah terlihat kalau lahan parkir itu khusus untuk perempuan: pink, warna yang identik dengan kaum hawa.
Tapi, seandainya masih gagal paham, ada papan keterangan.
’’Lokasinya sebelah pas dengan kendaraan khusus disabilitas,’’ tutur Suryo Subono, kepala rest area 519A tol Solo–Kertosono yang masuk wilayah Sragen, Jawa Tengah.
Lokasinya di dekat pusat pujasera dan masjid. Saat ini masih ada dua slot parkir khusus tersebut yang tersedia sejak dua tahun lalu. ’’Saat mudik buka lagi (setelah pandemi Covid-19), di sini ramai dan akhirnya ada beberapa pengemudi wanita sulit cari parkir,’’ tuturnya.
Secara keseluruhan, area parkir di rest area Km 519A cukup luas. Selain ada SPBU untuk pengisian bahan bakar bensin, tempat istirahat yang berjarak sekitar 12 menit dari gerbang tol Karanganyar itu juga dilengkapi pengisian bahan bakar untuk mobil listrik atau SPKLU.
Pujaseranya pun terbilang besar dengan puluhan tenant makanan. Serta live music yang selama Ramadan hadir sejak sebelum hingga selesai berbuka. ’’Kalau toilet tersebar di empat titik dan dekat dengan parkiran,’’ jelas Subono.
Menurut dia, di masa mudik, jam-jam padat pengunjung adalah saat sahur. Sebab, rata-rata pemudik berangkat dari Jakarta atau Jawa Barat. Sehingga terkadang waktu puncak mudik di H-2 Lebaran terjadi penumpukan kendaraan. ’’Rest area ini juga titik untuk isi bensin sebelum lanjut ke arah timur,’’ jelasnya.
FASILITAS KHUSUS: Kepala Rest Area KM 519A Suryo Subono saat menunjukkan lokasi area parkir khusus wanita dekat pusat UMKM (4/3).
Untuk mengantisipasi kepadatan serupa di musim mudik tahun ini, pengelola rest area 519A menerapkan sistem waktu parkir hanya 30 menit. ’’Tak ada petugas khusus pencatat waktu. Yang jelas, tiap 30 menit ada anggota keamanan yang keliling untuk sampaikan jika harus lanjut berjalan,’’ tuturnya.
Jika tak kebagian tempat parkir, pemudik bisa lanjut dan singgah di rest area Km 538A. Rest area itu tidak begitu besar. Hanya ada satu musala dengan 7 tenant makanan dan 1 minimarket. ’’Di sini biasanya buat singgah sebentar. Kalau untuk beristirahat lama tidak bisa seperti 519,’’ tutur Kepala Rest Area 538A Taufik Nur Hidayat.
Terlebih, lokasi parkir hanya bisa memuat sekitar 60 mobil. Menurut dia, banyak orang yang datang ke rest area 538A lantaran rest area 519A padat. ’’Padat dan di sana hanya isi bensin. Tapi, kalau top up e-toll atau sekadar buang air kecil mesti di sini,’’ ujarnya.
Kanwil IV Jasa Marga Related Business Dedy Hisar Siringo Ringo menyatakan, untuk pelaksanaan mudik tahun ini, akan ada beberapa hal yang ditambahkan. ’’Yang jelas, toilet portabel kami tambah. Kemudian ada perluasan area parkir, utamanya di 519,’’ tuturnya. Dedy menambahkan, baik di RA 538 maupun 519 akan ada posko kesehatan. ’’Kami bekerja sama dengan pemerintah setempat,’’ katanya. (*/c18/ttg)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
