
MEMORI MANIS: Makan Konate ketika makan bersama Andik Vermansah dan Muhammad Taufiq yang sama-sama mantan penggawa Persebaya Surabaya. (Instagram Makan Konate)
JawaPos.com — Bulan Ramadhan selalu menjadi momen yang istimewa bagi umat Muslim di seluruh dunia, di mana kebersamaan dalam menjalankan ibadah puasa menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Namun, untuk mantan pemain asing Persebaya Surabaya, seperti Makan Konate, bulan Ramadhan kala itu ketika masih berseragam Green Force memiliki warna yang sedikit berbeda.
Dalam suasana pandemi COVID-19 yang masih melanda, para pemain asing Persebaya Surabaya harus tetap berada di Surabaya, tidak bisa pulang ke kampung halaman mereka seperti biasanya.
Bagi Makan Konate, yang berasal dari Mali, tradisi pulang ke kampung halaman selama libur kompetisi menjelang Idul Fitri adalah sesuatu yang sangat dinantikan setiap tahunnya. Namun, kali itu, situasi yang diakibatkan oleh pandemi membuatnya harus tetap tinggal di Indonesia. Meskipun begitu, kerinduan akan keluarga dan kampung halaman tetap menyertainya.
"Biasanya saat libur kompetisi di bulan Ramadhan menjelang Idul Fitri saya pulang ke Mali, tapi sekarang karena Covid-19 semua jadi berbeda, jujur saya rindu dengan keluarga," ungkap Makan Konate dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.
Dalam upaya mengatasi rindunya tersebut, Makan Konate menemukan cara yang kreatif dengan memasak masakan khas Afrika. Meskipun berada di Indonesia, Makan Konate merasa bahwa masakan Indonesia tidak terlalu berbeda dengan masakan Afrika, sehingga dia tidak kesulitan untuk menemukan bahan-bahan yang diperlukan.
"Masakan Mali itu kebanyakan dibikin dengan saus. Untuk bahannya bisa menggunakan ayam, daging, dan ikan. Semua mudah ditemukan di sini," terang Makan Konate.
Salah satu masakan favorit Makan Konate adalah Sup Nadji, sebuah hidangan ayam khas Mali yang disantap bersama nasi putih.
Makan Konate membagikan kenangan tentang kebiasaan makan di rumahnya di Mali, di mana Sup Nadji selalu menjadi hidangan yang istimewa, terutama selama bulan Ramadhan.
"Kebiasaan di rumah saya di Mali, kita memasak sup ayam yang disebut Sup Nadji, disajikan bersama nasi putih mirip seperti di sini," jelasnya.
"Sup Nadji menjadi favorit saya selama puasa di Indonesia karena membuatnya tidak rumit," ujarnya dengan penuh kehangatan.
Meskipun tidak ada kompetisi yang berlangsung, Makan Konate tetap bertekad untuk menjalankan ibadah puasanya dengan baik. Ketika itu, dia berharap agar pandemi COVID-19 segera berakhir setelah bulan Ramadhan, sehingga semua orang dapat kembali beraktivitas normal dan kompetisi sepak bola dapat dilanjutkan.
"Saya ingin berpuasa selama 30 hari dengan baik, semoga pandemi ini segera berakhir sehingga kita bisa kembali bertanding. Saya merindukan atmosfer stadion," ungkapnya penuh harap kala itu.
Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah ini, Sup Nadji menjadi pilihan menu berbuka yang disukai Makan Konate. Dengan cita rasa yang autentik dan kenangan manis dari rumahnya, Sup Nadji tidak hanya mengobati rindu Makan Konate akan kampung halamannya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kita semua untuk menjelajahi beragam cita rasa masakan dari berbagai belahan dunia.
Bulan Ramadhan juga menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan berbagai hal, termasuk tentang kesabaran, kebersamaan, dan keikhlasan. Semoga kita semua dapat menjalani bulan Ramadhan dengan penuh keberkahan dan kesabaran, serta berharap agar pandemi tidak datang kembali sehingga kehidupan kita dapat kembali menikmati berbagai kegiatan dengan bebas tanpa perlu cemas akan virus yang bisa menyerang kita secara pribadi maupun ke orang-orang tersayang di sekitar kita.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
