Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Maret 2024 | 15.24 WIB

Ada Ungkapan 'Jangan Emosi, Nanti Puasanya Batal', Benarkah Emosi Bikin Puasa Batal?

Ilustrasi Menyantap Hidangan Buka Puasa. (Freepik)

JawaPos.com - Di masyarakat kita terkadang terdengar sebuah ungkapan, "jangan emosi, nanti puasanya batal, lho!".  

Ungkapan itu sebenarnya positif untuk meredam orang yang sedang emosi karena satu dan lain hal saat sedang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Ungkapan itu bisa membuat emosi yang bersangkutan jadi lebih reda dan tidak jadi berantem.

Namun secara hukum Islam, benarkah emosi atau bahkan berantem bisa bikin puasa yang sedang kita laksanakan jadi batal ?

Ahmad Fatoni, Lc., M.Ag, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang mengatakan, emosi bahkan sampai berkelahi pun sebenarnya tidak membatalkan ibadah puasa. Kendati demikian, emosi dan perkelahian saat sedang berpuasa sebaiknya dihindari. 

Karena sejatinya ibadah puasa adalah berusaha menahan diri. Tidak saja menahan diri dari tidak makan dan tidak minum, namun juga berusaha menahan diri tidak melakukan hal-hal yang kurang baik dan perbuatan tercela.  

"Sikap marah atau berkelahi karena tidak bisa menahan emosi tidak membatalkan puasa. Namun marah dan berkelahi mempengaruhi kualitas puasa seseorang," kata Ahmad Fatoni kepada JawaPos.com.

Emosi dan berkelahi dalam situasi tertentu bahkan bisa menghanguskan pahala puasa yang sedang dilaksanakan. Dia juga melanjutkan, ibadah puasa erat kaitannya dengan kesabaran.

"Dari segi bahasa, sabar sendiri berarti menahan dan mencegah.  Sedangkan secara istilah, sabar adalah menahan diri dari sikap emosional, kemudian menahan lisan dari kata-kata kotor serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terkendali," bebernya.

Dia melanjutkan, orang yang sukses melaksanakan ibadah puasa adalah orang yang mampu menahan diri dari melakukan tindakan tidak terpuji dan perbuatan-perbuatan buruk. Sebaliknya, orang yang berpuasa sebaiknya menghiasi diri dengan amalan-amalan kebaikan dan perbuatan terpuji.

"Diantara tanda orang yang sukses puasanya adalah orang yang memiliki sikap sabar, yaitu mampu menahan diri. Selain dari segala hal yang dapat membatalkan puasa, juga perkara-perkara yang sekiranya bisa merusak pahala puasa seperti berkelahi atau mengumbar emosi tanpa alasan yang syar’i," paparnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore