
seseorang yang tidak pernah meledak-ledak secara emosional (Freepik/pressfoto)
JawaPos.com - Marah adalah emosi manusiawi. Setiap orang, tanpa terkecuali, pernah mengalaminya. Namun, yang membedakan seseorang yang benar-benar berkelas dengan yang lain bukanlah apakah mereka marah atau tidak—melainkan bagaimana mereka merespons kemarahan tersebut.
Dalam psikologi, kemampuan mengelola emosi disebut sebagai emotional regulation, bagian penting dari kecerdasan emosional (emotional intelligence). Orang yang berkelas biasanya memiliki tingkat kesadaran diri dan pengendalian emosi yang tinggi. Mereka tidak membiarkan kemarahan menguasai perilaku mereka.
Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh hal yang tidak pernah dilakukan oleh orang yang benar-benar berkelas saat marah, serta penjelasan psikologis di baliknya.
1. Tidak Meledak-ledak Secara Emosional
Orang yang berkelas tidak meluapkan kemarahan dengan berteriak, membanting barang, atau kehilangan kendali. Mereka memahami bahwa reaksi impulsif hanya memperburuk situasi.
Secara psikologis, reaksi meledak-ledak sering berasal dari bagian otak yang disebut amigdala, yang bertanggung jawab atas respons emosional instan. Orang dengan kontrol diri yang baik mampu “mengaktifkan” bagian otak rasional (prefrontal cortex) sebelum bertindak.
Mereka memilih untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan merespons dengan tenang.
2. Tidak Menghina atau Menyerang Secara Personal
Saat marah, banyak orang tergoda untuk menyerang karakter orang lain. Namun, individu berkelas tidak pernah menjatuhkan harga diri orang lain hanya untuk melampiaskan emosi.
Dalam psikologi komunikasi, ini disebut ad hominem attack—menyerang pribadi, bukan masalah. Orang yang matang secara emosional fokus pada isu, bukan individu.
Mereka mungkin berkata, “Saya tidak setuju dengan tindakan itu,” bukan “Kamu memang selalu bodoh.”
3. Tidak Mengungkit Masa Lalu
Orang yang tidak mampu mengelola emosi sering membawa masalah lama ke dalam konflik saat ini. Ini disebut sebagai kitchen sinking dalam psikologi hubungan.
Sebaliknya, orang yang berkelas tetap fokus pada masalah yang sedang terjadi. Mereka tahu bahwa mengungkit masa lalu hanya akan memperbesar konflik dan menghambat penyelesaian.
Mereka memahami bahwa setiap masalah seharusnya diselesaikan secara terpisah dan proporsional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
