Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 28 Maret 2026 | 15.38 WIB

7 Hal yang Tidak Pernah Dilakukan Orang Berkelas Saat Marah Menurut Psikologi

seseorang yang tidak pernah meledak-ledak secara emosional (Freepik/pressfoto) - Image

seseorang yang tidak pernah meledak-ledak secara emosional (Freepik/pressfoto)


JawaPos.com - Marah adalah emosi manusiawi. Setiap orang, tanpa terkecuali, pernah mengalaminya. Namun, yang membedakan seseorang yang benar-benar berkelas dengan yang lain bukanlah apakah mereka marah atau tidak—melainkan bagaimana mereka merespons kemarahan tersebut.

Dalam psikologi, kemampuan mengelola emosi disebut sebagai emotional regulation, bagian penting dari kecerdasan emosional (emotional intelligence). Orang yang berkelas biasanya memiliki tingkat kesadaran diri dan pengendalian emosi yang tinggi. Mereka tidak membiarkan kemarahan menguasai perilaku mereka.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh hal yang tidak pernah dilakukan oleh orang yang benar-benar berkelas saat marah, serta penjelasan psikologis di baliknya.

1. Tidak Meledak-ledak Secara Emosional

Orang yang berkelas tidak meluapkan kemarahan dengan berteriak, membanting barang, atau kehilangan kendali. Mereka memahami bahwa reaksi impulsif hanya memperburuk situasi.

Secara psikologis, reaksi meledak-ledak sering berasal dari bagian otak yang disebut amigdala, yang bertanggung jawab atas respons emosional instan. Orang dengan kontrol diri yang baik mampu “mengaktifkan” bagian otak rasional (prefrontal cortex) sebelum bertindak.

Mereka memilih untuk berhenti sejenak, menarik napas, dan merespons dengan tenang.

2. Tidak Menghina atau Menyerang Secara Personal

Saat marah, banyak orang tergoda untuk menyerang karakter orang lain. Namun, individu berkelas tidak pernah menjatuhkan harga diri orang lain hanya untuk melampiaskan emosi.

Dalam psikologi komunikasi, ini disebut ad hominem attack—menyerang pribadi, bukan masalah. Orang yang matang secara emosional fokus pada isu, bukan individu.

Mereka mungkin berkata, “Saya tidak setuju dengan tindakan itu,” bukan “Kamu memang selalu bodoh.”

3. Tidak Mengungkit Masa Lalu

Orang yang tidak mampu mengelola emosi sering membawa masalah lama ke dalam konflik saat ini. Ini disebut sebagai kitchen sinking dalam psikologi hubungan.

Sebaliknya, orang yang berkelas tetap fokus pada masalah yang sedang terjadi. Mereka tahu bahwa mengungkit masa lalu hanya akan memperbesar konflik dan menghambat penyelesaian.

Mereka memahami bahwa setiap masalah seharusnya diselesaikan secara terpisah dan proporsional.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore