
JAGA KONDISI KEBUGARAN: Profesionalitas Rendi Irwan dan mantan penggawa Persebaya Surabaya lainnya di bulan Ramadan layak diacungi jempol. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Libur kompetisi yang dinikmati oleh Persebaya Surabaya pada bulan Ramadan di musim 2017 tak membuat para penggawa tim berdiam diri. Meskipun latihan terhenti, mereka tetap berupaya menjaga kebugaran fisik dengan berbagai cara yang kreatif.
Di antara mereka adalah Rendi Irwan, kapten tim yang memilih menjaga pola makan, dan mantan penggawa lainnya seperti Misbakhus Solikin, Oktafianus Fernando, Dimas Galih, dan Mardiono yang memanfaatkan fasilitas apartemen untuk berlatih.
Rendi Irwan, sebagai pemimpin tim, mengutamakan menjaga pola makan sebagai salah satu kunci kebugaran. Dia memilih makanan yang tepat, menghindari gorengan yang berlebihan, terutama saat menjalankan ibadah puasa. Kesadaran akan pentingnya pola makan yang sehat membantu menjaga kondisi fisiknya tetap prima selama bulan suci Ramadan.
"Harus pintar-pintar milih. Gorengan kalau bisa jangan terlalu banyak," kata Rendi dikutip dari Jawa Pos koran edisi 30 Mei 2017.
Selain itu Rendi Irwan juga tak mempermasalahkan pergantian jam latihan di bulan Ramadan dan lebih senang berlatih di malam hari karena dilakukan sesudah berbuka puasa, beda dengan latihan sore yang digeber sebelum berbuka puasa.
"Pemain lebih maksimal. Namun, kami menerima apa yang diterapkan pelatih. Sebab, mereka pasti punya program yang positif buat pemain," beber pemain yang pernah berbaju Persija dan Persik itu.
Sementara itu, rekan-rekan setimnya seperti Misbakhus Solikin, Oktafianus Fernando, Dimas Galih, dan Mardiono memilih berbagai cara lain untuk menjaga kebugaran. Misbakhus Solikin dan Oktafianus Fernando aktif menggunakan fasilitas fitness di apartemen, sementara Dimas Galih memilih bermain futsal untuk merasakan atmosfer pertandingan dan menjaga feeling bermain. Mardiono, di sisi lain, lebih suka menjaga kebugaran dengan berenang di kolam renang apartemen dan melakukan latihan di gym.
"Cuma latihan ringan saja. Jadi, kalau nanti pas latihan resmi digelar, tidak keteteran," kata Oktafianus Fernando yang rutin menggunakan fasilitas fitnes di apartemen kala itu.
Saat pulang ke rumah di kawasan Petemon, Surabaya, latihan untuk menjaga kondisi masih berlanjut. "Biasanya saya lompat tali (skipping). Itu saya lakukan sore hari," ujar pemain yang saat ini bergabung kembali ke Persebaya Surabaya setelah sempat membela PSIS Semarang.
Sedikit berbeda, pemain Persebaya lainnya, Mardiono memilih untuk memanfaatkan fasilitas kolam renang dan gym di apartemen. "Saya selalu sempatkan berenang. Tidak harus setiap hari. Tetapi, cukup untuk menjaga tubuh agar tetap prima," kata Mardiono kala itu.
Sementara itu, untuk menjaga kondisi sekaligus feeling bermain, Dimas Galih memilih bermain futsal bersama teman-temannya. "Ini cara termudah untuk tetap berlatih, namun tetap merasakan atmosfer pertandingan," kata Dimas Galih. "Selain itu, saya tetap menjalin silaturahmi dengan teman-teman," ujar kiper yang terakhir tercatat sebagai penggawa PSMS Medan tersebut.
Tak hanya itu, beberapa penggawa Persebaya Surabaya juga tetap aktif berlatih di lapangan, seperti Sidik Saimima dan Samuel Reimas, yang memilih berlatih bersama klub internal Persebaya Surabaya, Anak Bangsa. Mereka tetap menjaga keterampilan dan kebugaran fisik mereka dengan berlatih secara intensif.
"Kami sama-sama jebolan Anak Bangsa," kata Samuel Reimas yang terakhir tercatat sebagai kiper Persela Lamongan tersebut.
Meskipun libur kompetisi, semangat dan dedikasi para pemain Persebaya Surabaya sejak dulu untuk tetap menjaga kebugaran fisik dan keterampilan tidak pernah padam. Mereka memanfaatkan berbagai fasilitas dan cara yang tersedia untuk memastikan bahwa ketika kompetisi dimulai kembali, mereka siap bertanding dengan performa terbaiknya.
Kisah Rendi Irwan dan mantan penggawa Persebaya Surabaya lainnya ini adalah inspirasi bagi kita semua untuk tetap berjuang dan menjaga kebugaran, bahkan di tengah tantangan bulan Ramadan yang penuh berkah. Dengan semangat dan kreativitas, mereka membuktikan bahwa tidak ada halangan yang terlalu besar untuk mencapai tujuan dan menjaga kesehatan, bahkan di tengah kesibukan dan perayaan keagamaan.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
