Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Maret 2024 | 17.19 WIB

Baca Niat Puasa Ini Pada Awal Malam Ramadhan untuk Berjaga-Jaga Lupa Berniat di Malam Lainnya

Ilsutrasi niat puasa Ramadhan/ Jcomp-Freepik - Image

Ilsutrasi niat puasa Ramadhan/ Jcomp-Freepik

JawaPos.com - Para ulama dari empat mazhab sepakat bahwa puasa Ramadhan harus dimulai dengan niat. Namun, mereka berbeda pendapat mengenai teknis niatnya.

Menurut tiga mazhab selain Malikiyyah, niat harus diulang setiap hari saat menjalani puasa Ramadhan.

Sementara menurut Malikiyyah, cukup dengan menjamak niat puasa sebulan di malam pertama bulan Ramadhan, tanpa perlu mengulanginya setiap hari berikutnya.

Pendapat Malikiyyah ini juga diterapkan di Indonesia, meskipun mayoritas penduduknya mengikuti mazhab Syafi'i.

Pada malam pertama Ramadhan, banyak masjid dan mushola yang memimpin jamaah untuk mengucapkan niat puasa sebulan versi mazhab Malikiyyah.

Namun, hal ini tidak berarti bahwa niat tidak perlu dilakukan setiap harinya. Umat muslim tetap diharuskan untuk secara rutin mengucapkan niat puasa setiap hari.

Adapun niat puasa Ramadhan sebulan penuh ini hanya sebagai tindakan antisipasi jika terjadi lupa niat, sehingga puasa Ramadhan tetap sah dan dapat dilanjutkan karena sudah cukup dengan niat puasa sebulan penuh di awal Ramadhan.

Dikutip dari NU Online, Minggu (10/3), Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, KH A Idris Marzuqi, dalam karyanya Sabil al-Huda, menegaskan bahwa meskipun pada hari pertama Ramadhan cukup dengan niat sebulan, tetapi tetap disarankan untuk rutin mengucapkan niat puasa setiap harinya sebagai langkah pencegahan jika terjadi lupa niat.

Berikut lafal niat puasa sebulan penuh berdasarkan Imam Malik:

نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma jami'i shahri Ramadhani hadzihi s-sanati taqliidan lil-Imami Malik fardhan lillahi ta'ala.

Artinya:

“Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, fardhu karena Allah”

Namun, muncul masalah ketika seseorang tidak dapat berpuasa di hari pertama Ramadhan, misalnya karena sedang menstruasi. Pertanyaannya adalah apakah orang tersebut dapat menggunakan niat puasa versi Imam Malik di hari kedua atau seterusnya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, perlu dipahami konteks dan alasan di balik pendapat Malikiyyah yang memperbolehkan menjamak niat di awal Ramadhan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore