
Petugas Amil Zakat melayani umat Islam yang membayar zakat fitrah di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (20/4/2023). Baznas Masjid Istiqlal membuka layanan zakat fitrah hingga malam takbiran dengan besaran 3,5 liter atau 2,7 kilogram beras atau uang sebesar
JawaPos.com – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) berencana menetapkan besaran zakat fitrah 2024 sebesar Rp 55 ribu untuk setara beras seberat 2,5 kilogram. Angka tersebut menyesuaikan harga beras yang terus naik saat ini.
Ketua Baznas RI Noor Achmad mengungkapkan, sebelumnya, pihaknya sudah menetapkan acuan sebesar Rp 45 ribu/orang. Namun, besaran itu akan ditinjau kembali merespons kondisi harga bahan pokok saat ini. Nilainya naik menjadi Rp 55 ribu.
”Saat rapat manajemen akan kita tetapkan Rp 55 ribu per kepala mengingat harga beras naik tajam. Itu setara dengan 2,5 kilogram untuk satu kepala. Jika ada yang menambahi jadi Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu per kepala, tidak ada masalah,” paparnya di Jakarta kemarin.
Dalam kesempatan itu, dia turut menyampaikan target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sepanjang Ramadan 1445 Hijriah/2024. Tahun ini pengumpulan zakat ditargetkan mencapai Rp 430 miliar.
Target tersebut meningkat ketimbang Ramadan 2023. Tahun lalu dana ZIS Baznas Pusat yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 336 miliar.
Sementara itu, pimpinan Baznas bidang pengumpulan Rizaludin Kurniawan menambahkan, untuk mewujudkan target, Baznas berupaya melakukan berbagai strategi pengumpulan. Salah satunya memperkuat zakat perusahaan dan program zakat karyawan langsung untuk korporasi perorangan.
”Target penghimpunan ZIS Rp 430 miliar ini hanya untuk di Baznas Pusat, sementara target penghimpunan ZIS nasional selama Ramadan 2024 sebesar Rp 11 triliun (on balance sheet dan off balance sheet, Red),” katanya.
Tidak hanya itu, lanjut dia, Baznas juga akan memperkuat program di luar negeri kerja sama dengan badan filantropi luar negeri seperti yang sudah dilakukan dengan KSrelief. Ada pula zakat priority, yang merupakan perolehan zakat perorangan di atas Rp 250 juta.
Di sisi lain, Kementerian Agama (Kemenag) kembali mengimbau masyarakat untuk mengedepankan sikap saling menghormati terhadap perbedaan awal puasa Ramadan 1445 H/2024 M. Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie mengungkapkan, puasa Ramadan 1445 H/2024 M di Indonesia dipastikan tidak diawali secara bersama-sama.
Mayoritas umat Islam akan mengawali puasa Ramadan 1445 H pada 11 dan atau 12 Maret. Majelis Tarjih Pengurus Pusat Muhammadiyah sudah mengumumkan awal puasa Ramadan pada 11 Maret 2024. Sementara itu, pemerintah baru akan menggelar sidang isbat awal Ramadan 1445 H pada 10 Maret 2024. Sidang bakal memutuskan apakah puasa Ramadan tahun ini dimulai pada 11 atau 12 Maret.
Meski demikian, ada kelompok jemaah yang sudah mulai puasa pada 7 Maret. Ada juga yang akan memulai berpuasa pada 10 Maret.
”Kita hormati pilihan dan keyakinan umat Islam dalam mengawali puasa Ramadan 1445 H/2024 M. Sikap saling menghormati perlu dikedepankan dalam menyikapi perbedaan,” ujarnya. (mia/c6/ttg)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
