
BERKAH RAMADAN: Delya Oktovie (kiri) dan Danastri Omartya menunjukkan kue-kue kering yang telah dipesan. (Mariyama Dina/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menjelang hari kemenangan yang tinggal beberapa hari lagi, kebiasaan umat muslim yang akan merayakan Lebaran adalah bagi-bagi bingkisan. Terlebih di masyarakat urban. Kebiasaan berkirim paket sebagai tanda merayakan hari raya sambil berkirim salam itu kini semakin ngetren. Terlebih saat mudik Lebaran dilarang.
Kebiasaan itu ternyata membawa dampak positif bagi para pelaku UMKM yang punya bisnis hampers. Salah satunya yang berfokus pada hampers kue kering. Delya Oktovie dan Danastri Omartya misalnya. Kakak beradik itu memulai usaha kecilnya sejak pandemi tahun lalu.
”Dulu memulai waktu persis mau Ramadan. Tapi, bedanya sekarang itu pesanannya bener-bener banyak banget,” cerita Delya saat ditemui Jumat (14/5). Trennya pun bukan lagi seseorang pesan banyak yang kemudian dikirim ke rumah si pemesan.
”Tapi, lebih ke mereka langsung minta kita yang kirim ke lokasi si penerima,” jelasnya.
Selain itu, pemilik Danastri Cookies itu bercerita bahwa kebanyakan pemesan tinggal di luar kota. Kemudian, mereka minta bingkisan dikirim ke keluarga, teman, hingga kolega yang berada di Surabaya dan sekitarnya. ”Kayaknya ini karena banyak yang enggak bisa mudik atau memang karena enggak mudik,” sambungnya.
Kenaikan yang dirasakannya tiga kali lipat dari hari-hari biasa. Yang paling banyak dipesan memang cookies. ”Karena bagaimanapun Lebaran tetap identik dengan cookies,” imbuhnya.
Hal yang sama dirasakan Choirul Mahpuduah dari UMKM Kampung Kue Rungkut.
Sejak pandemi, dia mengaku bisnisnya benar-benar jatuh. Tapi, pada Ramadan tahun ini, semuanya mulai merangkak naik. ”Mungkin karena sekarang orang-orang mulai terbiasa juga dengan kehidupan new normal ini,” ujarnya. Irul, panggilan akrab Choirul Mahpuduah, menjelaskan bahwa omzetnya saat ini sangat naik dibandingkan awal pandemi dan hari-hari biasa.
Baca Juga: Lily Yunita Kirim Roti Tiap Hari sebelum Tipu Rp 48,9 Miliar
”Dulu waktu awal-awal pandemi itu omzet hanya 10 persen. Sekarang sudah pulih sampai 40 persen dari hari biasa,” jelasnya.
Sama dengan Delya, pemesanan paling banyak adalah kue kering dan aneka kue basah. ”Kue kering rata-rata buat persiapan Lebaran. Kalau kue basah, banyak yang buat takjil,” ungkapnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
