
Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia untuk Manajemen Nyeri (ISAPM) menyelenggarakan pertemuan ilmiah internasional berskala besar bertajuk Indoanalgesia Official Summit 2026 di Surabaya. (Istimewa)
JawaPos.com - Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia untuk Manajemen Nyeri (ISAPM) menyelenggarakan pertemuan ilmiah internasional berskala besar bertajuk Indoanalgesia Official Summit 2026 di Surabaya pada 10 hingga 13 September 2026.
Mengusung tema besar "Together, Alleviate Pain Suffering", konferensi ini dihadiri lebih dari 400 dokter spesialis lintas disiplin, akademisi, hingga delegasi dari 5 negara guna membahas masa depan manajemen nyeri di Indonesia.
Presiden ISAPM, Dr. dr. Ristiawan Muji Laksono, Sp.An-TI, Subsp. M.N(K), FIPP, menegaskan bahwa agenda ilmiah ini dirancang untuk merobohkan empat kesenjangan utama pelayanan nyeri di tanah air, yakni disparitas geografis, standardisasi kompetensi tenaga medis, regulasi pembiayaan, serta edukasi publik. Ia menyoroti pentingnya integrasi berbagai keahlian klinis secara menyeluruh di tingkat rumah sakit.
"ISAPM melibatkan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang mencakup dokter spesialis anestesi, neurologi, bedah saraf, ortopedi, hingga rehabilitasi medik untuk memastikan pemerataan standar kompetensi penanganan nyeri di seluruh wilayah Indonesia," terang Dr. Ristiawan.
Melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan sesi simposium regulasi yang melibatkan figur pemangku kebijakan kesehatan nasional, ISAPM secara aktif menyusun rekomendasi strategis terkait reformasi sistem pembiayaan medis.
Salah satu agenda mendesak yang diperjuangkan adalah integrasi teknologi intervensi nyeri minimal invasif ke dalam tanggungan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
"Kami merumuskan langkah advokasi agar prosedur intervensi nyeri dapat terakomodasi dalam jaminan BPJS Kesehatan. Mengingat sekitar 80 persen kedatangan pasien ke rumah sakit dipicu oleh keluhan nyeri, ekspansi program pendidikan subspesialis nyeri terus kami dorong agar manfaat pelayanan ini terjangkau hingga ke kawasan pelosok tanah air," pangkasnya.
Ketua Panitia Indoanalgesia Summit 2026, dr. Mirza Koeshardiandi, Sp.An-TI, Subsp.I.N.(K), FIPM, FIPP, DABRM, menjelaskan bahwa simposium ini mengadopsi standar dan keilmuan mutakhir global, termasuk dari Korea Selatan. Ia menekankan esensi utama tatalaksana nyeri yang tidak hanya berorientasi simtomatik, melainkan mengobati akar penyebab biologisnya.
"Manajemen nyeri bertujuannya mengobati nyeri sebagai sebuah penyakit. Penanganan nyeri tidak hanya berfokus pada penghilangan rasa sakit, tetapi juga mengembalikan fungsi hidup pasien secara utuh agar dapat kembali beraktivitas normal, baik untuk bekerja menafkahi keluarga, menjalankan peran rumah tangga, maupun bersekolah," kata dr. Mirza.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Andorra vs Malta di Liga Nations UEFA: The Reds Menang Tipis di Encamp
Prediksi Skor Laos vs Brunei di FIFA ASEAN Cup: Thim Xad Menang di Laga Perdana
Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Liga Nations UEFA: The Vikings Menang Tipis di Ullevaal Stadion
Prediksi Skor Austria vs Israel di Liga Nations UEFA: Das Team Menang Telak di Raiffeisen Arena
Prediksi Skor Timnas Jepang U-23 vs Thailand U-23 di Asian Games 2026
Prediksi Skor Liechtenstein vs Lithuania di Liga Nations UEFA: Rinktinė Menang di Kandang Lawan
Prediksi Skor Myanmar vs Timor Leste di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Gasak Lawan di Laga Perdana
Prediksi Skor Jepang vs Uruguay: Ko Itakura Targetkan Kemenangan
Prediksi Skor Kosovo vs Irlandia di Liga Nations UEFA: The Green Army Curi Poin di Fadil Vokrri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022