
Dengan pendekatan Comprehensive Cancer Care, layanan Oncology Center Mayapada Hospital menangani berbagai kasus tumor dan kanker secara berkelanjutan. (Istimewa).
JawaPos.com - Perjalanan melawan kanker dipenuhi ketidakpastian, rasa takut, dan proses panjang yang menguras fisik maupun mental. Namun, Askarina berhasil melewati fase tersebut. Setelah menjalani terapi komprehensif selama sekitar dua tahun, penyintas kanker payudara itu kini dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan kondisi yang jauh lebih baik.
Askarina berhasil melewati rangkaian terapi komprehensif di Oncology Center Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) termasuk pemeriksaan PET-CT Scan di Poli Kedokteran Nuklir MHJS, yang mampu mendeteksi penyebaran (metastasis) kanker ke tulang dan hati (liver), serta mendukung perjalanan terapi Askarina berjalan dengan tepat dan terukur.
Bagi Askarina, pengalaman menjalani PET-CT Scan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan (MHJS) memiliki kesan berbeda. “Proses pemeriksaan tidak neko-neko dan berlangsung cepat, karena semuanya sudah dijelaskan dengan jelas dari awal,” ungkap Askarina dikutip Kamis (30/7).
Menurutnya, perjalanan melawan kanker bukan sekadar terapi, melainkan pengalaman berarti berkat hubungan erat dengan dokter yang mendampinginya, dr. Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM.
“Dokter Martha benar-benar selalu ada buat saya. Kalau ada berita buruk, beliau menyampaikannya dengan segenap hati supaya saya nggak kaget. Saat saya stres, beliau datang untuk menghibur, dan kalau ada berita bagus pun, beliau sama senangnya dengan saya,” tutur Askarina.
Ia juga mengaku lebih tenang sebelum pemeriksaan berkat dukungan tim perawat di MHJS.
“Saya amazed ketika berada di ruang tunggu setelah disuntikkan FDG (zat radioaktif Fluorodeoxyglucose). Ada perawat yang membantu mematikan lampu ruangan, sehingga saya bisa benar-benar rileks, dan para dokter bisa membaca hasil pemeriksaan lebih jelas karena otak lebih rileks,” terang Askarina.
Dari Kondisi Fragile Menuju Hidup Normal Kembali
Sebagai dokter yang mendampingi Askarina selama kurang lebih dua tahun terapi, dr. Martha Iskandar, Sp.PD, KHOM mengungkapkan, Askarina adalah salah satu pasien yang awalnya datang dalam keadaan fragile (rapuh), dan sekarang sudah sangat sehat, sudah living a normal life.
Martha menyampaikan, dalam penanganan kanker modern pada Askarina, evaluasi dengan PET-CT menjadi bagian penting untuk memastikan terapi berjalan optimal, termasuk mendeteksi kemungkinan penyebaran kanker (metastasis).
PET-CT: Deteksi Kanker di Tingkat Molekuler
Pemeriksaan PET-CT yang dijalani Askarina merupakan penunjang terapi yang melibatkan koordinasi tim dokter spesialis terkait. dr. Yustia Tuti, Sp.KN-TM, Subsp. Onk (K), FANMB dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, “PET-CT dalam Kedokteran Nuklir ini merupakan teknologi pencitraan berbasis nuklir yang mampu mendeteksi kelainan di tingkat molekuler, sehingga perubahan metabolisme sel kanker dalam tubuh dapat ditemukan lebih awal dibandingkan perubahan morfologi atau anatomis," kata dia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
