
Ilustrasi seseorang tengah menhalami keluhan nyeri dada. Keluhan ini perlu segera diperiksakan agar penyebabnya dapat dipastikan dan ditangani dengan tepat. (Istimewa)
JawaPos.com - Banyak orang menyepelekan keluhan nyeri dada yang hilang timbul atau tubuh yang cepat lelah karena menganggapnya sebagai efek stres dan aktivitas padat. Namun, dokter mengingatkan bahwa gejala tersebut dapat menjadi sinyal awal penyakit jantung koroner (PJK) yang membutuhkan pemeriksaan dan penanganan sedini mungkin.
Menurut dr. Jeffrey D. Adipranoto, Sp.JP (K), FIHA, FESC, FSCAI dari Mayapada Hospital Surabaya, terdapat berbagai keluhan yang dapat menjadi sinyal PJK, namun sering tidak disadari karena menyerupai kondisi lain.
“Keluhan nyeri dada tidak selalu muncul dengan gejala khas seperti serangan jantung pada umumnya. Dalam banyak kasus, keluhannya bisa menyerupai gangguan lain seperti nyeri pada lambung atau nyeri otot, sehingga tidak jarang pasien baru menyadari kondisi yang lebih serius setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar dr. Jeffrey.
Karena gejalanya dapat menyerupai berbagai kondisi lain, keluhan nyeri dada perlu segera diperiksakan agar penyebabnya dapat dipastikan dan ditangani dengan tepat.
“Semakin cepat penyebab nyeri dada dikenali dan aliran darah ke jantung dipulihkan, semakin besar peluang untuk meminimalkan kerusakan otot jantung serta mencegah komplikasi yang lebih berat. Karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri ketika muncul keluhan yang mengarah pada gangguan jantung,” jelas dr. Ika K Dhanudibroto, Sp.JP, SubSp.KI (K), FIHA dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan.
Menjawab pentingnya deteksi dini terhadap kesehatan jantung, Mayapada Hospital turut mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jantung melalui layanan Chest Pain Unit (CPU).
Layanan ini dirancang untuk membantu memastikan penyebab keluhan nyeri dada secara cepat dan menentukan penanganan yang tepat. Melalui CPU, pasien dapat menjalani evaluasi komprehensif, serta memperoleh pemeriksaan awal gratis apabila hasil evaluasi tidak menunjukkan adanya gangguan jantung.
Di CPU Mayapada Hospital, pasien akan menjalani serangkaian pemeriksaan awal, mulai dari elektrokardiogram (EKG), tes darah untuk melihat penanda gangguan jantung seperti troponin, hingga pemantauan tekanan darah, kadar oksigen, dan irama jantung.
Hasil pemeriksaan tersebut menjadi dasar bagi dokter untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya, mulai dari observasi hingga pemeriksaan lanjutan seperti ekokardiografi atau pencitraan pembuluh darah jantung bila diperlukan.
Untuk kondisi yang lebih kritis atau kegawatdaruratan jantung, Mayapada Hospital menyediakan layanan Cardiac Emergency 24/7 yang didukung oleh dokter spesialis dan subspesialis jantung. Jika diperlukan, pasien dapat segera menjalani tindakan Primary PCI (pemasangan stent/ring jantung) sesuai protokol internasional door-to-balloon. Penanganan ini juga didukung oleh fasilitas Cath Lab untuk memastikan diagnosis dan penanganan yang cepat serta akurat.

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
