
Seorang pekerja memilah sampah plastik di fasilitas daur ulang. (Japan Times)
JawaPos.com - Peningkatan paparan mikroplastik terus memunculkan kekhawatiran global, terutama karena riset terbaru menunjukkan bahwa perempuan menghadapi dampak kesehatan yang jauh lebih berat dibanding kelompok lain. Temuan dari beberapa penelitian internasional menggambarkan kondisi yang tidak hanya mengancam kesehatan reproduksi, tetapi juga menunjukkan ketimpangan risiko lingkungan yang semakin sulit diabaikan.
Menurut laporan The Japan Times yang dirilis pada Mei 2025, para ahli menegaskan bahwa mikroplastik yang masuk ke tubuh manusia dapat mempengaruhi sel reproduksi dan menurunkan tingkat kesuburan. Kajian tersebut mengungkapkan bahwa paparan partikel plastik berukuran mikro hingga nano mampu memicu stres oksidatif dan inflamasi, kondisi yang berdampak lebih parah pada organ reproduksi perempuan.
Sementara itu, investigasi El País pada Juli 2025 menemukan mikroplastik dalam cairan reproduksi pria sekaligus dalam jaringan ovarium perempuan. Temuan ini memperlihatkan gambaran yang lebih serius, bahwa perempuan bukan hanya terpapar, tetapi mengalami akumulasi partikel plastik pada area biologis yang sangat sensitif. Para peneliti mengingatkan bahwa akumulasi ini dapat mengganggu perkembangan sel telur dan meningkatkan risiko gangguan reproduksi jangka panjang.
Penelitian yang dipublikasikan News Medical juga menunjukkan bahwa mikroplastik kini ditemukan hampir di semua cairan reproduksi manusia, termasuk cairan folikel ovarium. Temuan ini memperkuat dugaan adanya hubungan antara paparan mikroplastik dan menurunnya kualitas sel telur. Para ahli menilai kondisi ini sebagai ancaman kesehatan yang menyasar perempuan secara tidak proporsional.
Kajian yang dipublikasikan melalui PubMed pada tahun 2024 dan 2025 mengonfirmasi bahwa partikel nano-plastik tidak hanya masuk ke aliran darah, tetapi juga mampu melewati sawar biologis penting seperti plasenta. Hal ini menandai risiko berlapis bagi perempuan, khususnya ibu hamil, karena paparan tersebut dapat memengaruhi perkembangan janin sejak tahap awal kehamilan.
Laporan The Guardian pada April 2025 menunjukkan bahwa mikroplastik bahkan ditemukan di dalam cairan folikel ovarium perempuan yang menjalani prosedur IVF. Para peneliti mencatat bahwa semakin tinggi konsentrasi mikroplastik, semakin buruk kualitas sel telur yang dihasilkan. Temuan ini menegaskan bahwa perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak secara biologis dari polusi plastik yang semakin meluas.
Selain risiko medis, para peneliti juga menyoroti dimensi ketidakadilan lingkungan. Dalam banyak kasus, perempuan harus menanggung konsekuensi kesehatan sekaligus beban sosial ekonomi. Ketika kualitas reproduksi menurun, perempuan sering kali diposisikan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas masalah kesuburan dalam keluarga, sehingga tekanan sosial yang mereka alami menjadi dua kali lipat.
Ketimpangan ini semakin diperburuk karena perempuan di berbagai negara memiliki tingkat paparan yang lebih tinggi akibat pekerjaan rumah tangga, penggunaan produk konsumen, hingga keterlibatan dalam sektor informal yang terkait sampah. Situasi ini membuat mereka berada di baris depan risiko, tetapi tidak selalu mendapatkan akses yang memadai terhadap perlindungan atau informasi kesehatan lingkungan.
Berbagai temuan tersebut memperlihatkan pola yang jelas bahwa mikroplastik bukan hanya ancaman lingkungan, tetapi juga isu keadilan gender. Pakar kesehatan memperingatkan bahwa tanpa kebijakan yang berpihak pada perempuan mulai dari regulasi plastik, akses layanan kesehatan reproduksi, hingga edukasi lingkungan beban ketidakadilan ini akan terus membesar.
Dengan semakin kuatnya bukti ilmiah, para peneliti mendesak pemerintah di berbagai negara untuk menganggap serius ancaman mikroplastik terhadap perempuan. Mereka menekankan bahwa upaya mengurangi polusi plastik tidak boleh hanya dipandang sebagai isu lingkungan, tetapi juga sebagai langkah penting dalam memperbaiki ketidaksetaraan yang sudah berlangsung lama. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022